
Sahabat, siapa yang tidak ingin hidup rukun dan akur dalam bermasyarakat? Pasti setiap insan menginginkan hidup berdampingan dengan suasana yang harmonis. Meski ada saja kerusuhan-kerusuhan kecil yang terjadi. Karena, setiap manusia memiliki pemikiran dan sikap yang beragam.
Bagaimanapun keadaannya tetap tunjukkan akhlak terbaik agar tercipta lingkungan yang tentram. Mengutip buku “Kiat Hidup Rukun dan Akur” karya KH. Abdullah Gymnastiar, berikut kiat-kiat yang dapat kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat:
Melihat Persamaan
Sejatinya, setiap insan yang terlahir di dunia ini memiliki persamaan. Yakni sama-sama makhluk ciptaan Allah yang mendiami bumi. Meskipun, terlahir di tempat yang berbeda, dengan warna kulit berbeda, ras, suku bangsa yang beda pula. Namun tetap, kita adalah makhluk yang sama-sama diberi kesempatan menjalani kehidupan.
Akan ada saja perbedaan. Entah perbedaan pendapat, sudut pandang, pola pikir, bahkan keyakinan. Namun, untuk menciptakan hidup yang rukun dan akur, hendaknya kita dapat mentolerir segala perbedaan tersebut. Jangan fokus terhadap perbedaan yang ada, tetapi fokuslah pada tujuan bersama.
Kita adalah saudara. Rasulullah Saw, bersabda; “Seorang Mukmin bagi Mukmin yang lain bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan antara satu dengan lainnya.” Kemudian Rasulullah menggengam jari-jemarinya. (HR. Bukhari)
Tepat Menempatkan Diri
Kehidupan ini tak menjajikan keseragaman. Ada yang menjadi pemimpin, ada pula yang dipimpin. Ada yang menjadi atasan ada pula bawahan. Sejatinya semua hal di dunia ini ada, untuk saling melengkapi. Bukan menjadi ajang untuk membanggakan diri atau merendahkan diri. Karena, setiap posisi memiliki perannya masing-masing.
Dimanapun kita berada, sebagai apapun profesi kita saat ini, pandailah menempatkan diri. Berikan kemampuan terbaik dalam setiap bidang yang kita geluti. Tak perlu, mengurusi urusan mereka yang kita sendiri tak menguasai bidangnya.
Rasulullah Saw bersabda; “Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.” (HR. Bukhari)
Jangan Meremehkan Hal Kecil
Setiap hal pada kehidupan ini memiliki takarannya masing-masing. Tiada hal besar bila tidak dilengkapi dengan hal-hal kecil. Maka dari itu, jangan pernah meremehkan hal kecil dalam kehidupan ini.
Setiap manusia yang terlahir memiliki takdirnya masing-masing. Ada yang menjadi pemimpin, ada pula yang menjadi petugas kebersihan. Ada yang menjadi pengusaha, ada pula karyawan atau stafnya. Maka, setiap peran sejatinya saling membutuhkan. Janganlah merasa sombong atas posisi saat ini. Jangan pula meremehkan orang lain.
Rasulullah bersabda; “Sesungguhnya Allah Zat Yang Mahaindah dan mencintai keindahan. Sombong adalah menolah kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim)
Bersikap Lembut
Rasulullah suri teladan bagi umat Islam. Sudah selayaknya kita dapat meneladani sikap atau akhlak Rasulullah, salah satunya kelembutan. Dalam menyampaikan risalah, beliau sering kali menerima cacian, hinaan bahkan perlakuan kasar dari kaum jahiliyah. Namun, tak sedikitpun Rasulullah membalas dengan kalimat atau perilaku yang keras dan kasar.
Bersikap lembutlah kepada sesama agar dapat menanamkan kebahagiaan kepada orang lain. Allah berfirman:
Artinya: “Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (Ali Imran ayat 159)
Demikianlah kiat hidup rukun dan akur dalam bermasyarakat. Semoga kita dapat menerapkan kiat-kiat tersebut, sehingga tercipta kehidupan yang harmonis. Aamiin. (Noviana)





