
BANDUNG – “Anda di gembleng disini, maka jangan khawatir, yakinlah kalian semua akan menjadi permata umat di masa depan,” Ujar Anies Rasyid Baswedan saat menghadiri peresmian Blue Mosque Daarut Tauhiid di Kampung Nyampay, Desa Karyawangi, Parongpong, Bandung Barat pada (28/2/2025)
Atas undangan pimpinan pondok Pesantren Daarut Tauhiid, K.H Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Anies menghadiri acara monumental itu. Dihadapan seluruh santri Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan LilAlaamin (YDTR) Bandung beserta sejumlah jamaah dan civitas DT, Anies menyerukan pentingnya pendidikan bagi kebangkitan suatu bangsa.
Menurut Anies, kunci kemajuan umat ada pada keterdidikan. Bila suatu bangsa memiliki sumber daya manusia yang terdidik. Maka, bangsa tersebut akan maju dan berkembang.
“Kunci kemajuan umat pada keterdidikan. Bangsa pun begitu, kekuatan kita ada pada manusianya, manusia dari mana? Ya satu kesehatan, dua pendidikan. Karena itu, kalau mendirikan pesantren sebagai tempat untuk pembelajaran, maka bekal keterdidikan inilah yang akan mengubah masa depan,” ujar Anies dengan lantang.
Baginya, pondasi sebuah pendidikan terletak di dalam rumah. Orang tua yang terdidik, akan menghasilkan generasi ulung. Tidak hanya unggul secara akademis, tetapi memiliki akhlak baik yang tertanam kuat dalam dirinya.
“Kalau bicara tentang masa depan, maka yang paling penting adalah pendidikan di rumah, pendidikan usia dini. Yang membedakan orang tua dengan guru, kalau guru mengajarkan, kalau orang tua membiasakan,” imbuh mantan Menteri Pendidikan Indonesia itu.
Aa Gym menimpali pernyataan Anies. Pendakwah dan pendiri pesantren tersebut mengatakan bahwa, fokus pendidikan sejatinya ada pada hati yang terbimbing.
“Fokus pendidikan Rasulullah bukan semata kecerdasan, tetapi fokusnya pada pendidikan hati. Kalau hatinya baik, baik semuanya, kalau hatinya jelek, jelek semua,” Ujar Aa Gym.
Selanjutnya, Anies menyapa seluruh peserta yang sebagian besar ialah santri YDTR. Ia lantas menyampaikan sebuah analogi terkait batu bara dan permata. Anies mengatakan bahwa batu bara dan permata terbuat dari elemen sama, tetapi memiliki nilai yang jauh berbeda.
“Bila ada batu bara, disana pasti ada permata. Kedua hal ini dibuat dengan unsur yang sama, tapi kenapa nilanya jauh berbeda? Jawabannya, yang tidak kena tempa suhu tinggi, tekanan tinggi, durasi yang lama dia jadi batu bara,” ungkapnya.
“Tapi yang digembleng dengan suhu tinggi, tekanan tinggi dan waktu yang panjang, dia akan menjadi permata dan memiliki nilai jual tinggi. Anda digembleng disini, jangan khawatir, insyaallah akan menjadi permata umat di masa depan,” pungkasnya.
Gemuruh tepuk tangan lantas mengiringi ungkapan Anies Baswedan. Seluruh peserta tampak antusias mendengar kata demi kata yang dilontarkan oleh seorang tokoh berpengaruh dalam dunia pendidikan di Indonesia tersebut. (Noviana)





