Budaya Melayu di Tanah Batam: Materi Pembelajaran Paling Menarik di SMP DTBS Batam!

Home

Budaya Melayu di Tanah Batam: Materi Pembelajaran Paling Menarik di SMP DTBS Batam!

Budaya Melayu di Tanah Batam: Materi Pembelajaran Paling Menarik di SMP DTBS Batam!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Batam, kota yang dikenal sebagai bagian dari tanah Melayu, memiliki kekayaan budaya yang patut dilestarikan. Salah satu santri SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Batam, Zhian Al-Ghifari, berbagi pengalamannya dalam mempelajari dan mengenal budaya Melayu yang menjadi identitas daerahnya serta bagian dari salah satu pembelajaran yang paling menarik di SMP DTBS Batam.

 

“Di Batam, terdapat berbagai upaya untuk mengajarkan dan melestarikan budaya Melayu, baik melalui pendidikan formal di sekolah maupun kegiatan komunitas. Salah satu caranya adalah dengan mengintegrasikan budaya Melayu dalam kurikulum sekolah sebagai muatan lokal. Hal ini bertujuan agar siswa dapat mengenal dan memahami adat istiadat serta nilai-nilai budaya Melayu sejak dini,” ujar Zhian.

 

Menurutnya, memperkenalkan budaya Melayu kepada orang yang baru mengenalnya bisa dilakukan dengan berbagai cara menarik dan interaktif. Musik dan tarian tradisional menjadi salah satu sarana efektif dalam mengenalkan budaya ini.

 

“Memutar musik Melayu seperti pantun berirama, gambus, atau lagu zapin, serta menjelaskan makna di baliknya, bisa membantu mereka memahami nuansa budaya yang kaya. Jika ada kesempatan, menonton tari zapin, joget, atau tari lilin secara langsung akan memberikan pengalaman yang lebih mendalam,” jelasnya.

 

Zhian juga menyoroti pentingnya sastra dalam budaya Melayu, salah satunya adalah Gurindam 12. “Ini merupakan bagian dari budaya Melayu dan menjadi salah satu karya sastra klasik yang sangat berharga dalam khazanah sastra Melayu. Karya sastra ini ditulis oleh Raja Ali Haji pada tahun 1847 di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Karya ini berisi nasihat dan ajaran moral yang mengandung nilai-nilai agama Islam, tata krama, serta pedoman hidup bagi masyarakat,” tutur Zhian.

 

Dengan berbagai upaya pelestarian ini, diharapkan budaya Melayu tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi mendatang. Melalui pendidikan dan seni, budaya Melayu dapat tetap dikenal dan dijaga sebagai bagian dari identitas bangsa yang kaya akan nilai dan kearifan lokal. (Dian Safitri)