
Sahabat, Bulan Dzulhijjah ialah salah satu bulan mulia yang telah Allah tetapkan. Bulan ke-12 dalam kalender Hijriah ini, menyimpan banyak sekali keutamaan yang sayang untuk dilewatkan. Salah satunya ialah ibadah haji. Ibadah haji yang hanya satu tahun sekali itu, selain sebagai syariat Islam, juga menjadi dambaan bagi Muslimin.
Namun, pelaksanaan ibadah haji hanya diperuntukkan bagi mereka yang mampu. Karena, ada hal-hal yang menjadi persyaratan dalam menunaikannya, di antaranya adalah kecukupan finansial dan kesehataan fisik.
Tak perlu khawatir, meski belum dapat menunaikan ibadah haji tahun ini, ada amalan yang bisa kita lakukan untuk meraih kemuliaan bulan Dzulhijjah. Amalan tersebut ialah puasa sunnah 9 hari pertama bulan Dzulhijjah. Melalui artikel ini, mari simak pemaparan mengenai anjuran puasa Sunnah Dzulhijjah, Waktu dan Keutamaannya;
Anjuran Puasa Sunnah Dzulhijjah
Rasulullah bersabda, Artinya: “Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini” (HR At-Tirmidzi). Dalam hadits tersebut Rasulullah menganjurkan kita untuk memperbanyak amal shaleh pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, salah satunya dengan puasa sunnah.
Dikutip dari Islampos, dalil yang menganjurkan puasa 9 hari pertama saat bulan Dzulhijjah, yakni:
“Dari Hunaidah ibn Khalid, dari istrinya, dari salah seorang istri Nabi Shallallahu alaihi wassallam (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam melakukan puasa pada sembilan hari bulan Dzulhijjah, hari Asyura, tiga hari setiap bulan, dan hari Senin dan Kamis pertama setiap bulan.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)
Waktu Puasa Sunnah Dzulhijjah
Puasa sunnah Dzulhijjah dilakukan saat hari pertama hingga hari ke-sembilan. Pada hari ke-10, umat Islam dilarang berpuasa karena hari itu merupakan hari raya Idul Adha.
Setelahnya, Muslimin dapat berpuasa sunnah Senin-Kamis, Daud ataupun Ayyamul Bidh pada pertengahan bulan.
Sebagai catatan, jangan sampai tertinggal Puasa Arafah yang bertepatan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Karena, puasa Arofah akan menghapus dosa selama dua tahun. Hal ini berdasarkan pada sebuah hadits berikut;
Rasulullah bersabda, Artinya: “Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).
Keutamaan Puasa Sunnah Dzulhijjah
Melansir Nuonline, berikut keutamaan Puasa Sunnah Dzulhijjah;
- Pahala yang berlipat ganda
Bertepatan dengan bulan haram, puasa sunnah yang dilakukan saat bulan Dzulhijjah akan menuai pahala yang berlipat ganda. Rasulullah bersabda;
Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.” (HR At-Tarmidzi).
Peleburan Dosa
Pada bulan Dzulhijjah, terdapat waktu istimewa yang jatuh pada tanggal 9, yakni hari Arafah. Pada hari Arafah, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa sunnah yang didalamnya terdapat keutamaan penghapusan dosa. Rasulullah bersabda;
Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).
- Hari Pembebasan dari Siksa Neraka
Rasulullah bersabda, Artinya: “Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata, “Apa yang mereka inginkan?” (HR Muslim).
Demikianlah pemaparan mengenai anjuran puasa sunnah Dzulhijjah, waktu dan keutamaannya. Semoga kita senantiasa Allah beri taufik dan hidayah untuk dapat menunaikan amal shalih sepanjang hidup, aamiin. (Noviana)





