Gelombang Syukur, Warnai Penutupan Mataba Santri Sekolah DT Indonesia 2025

Home

Gelombang Syukur, Warnai Penutupan Mataba Santri Sekolah DT Indonesia 2025

Gelombang Syukur, Warnai Penutupan Mataba Santri Sekolah DT Indonesia 2025

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

BANDUNG – Di Tengah teriknya matahari, telah berbaris rapi para santri baru Sekolah Daarut Tauhiid Indonesia di Sport Center Eco Pesantren 1 Daarut Tauhiid. Ratusan santri berdiri dalam satu barisan yang kokoh. Menanti sebuah agenda bersejarah dalam catatan perjalanan pendidikan mereka.



Lelah, letih yang dirasakan oleh santri tak sedikitpun menguras semangat untuk mengikuti rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Santri Baru (Mataba) terakhir, yakni Penutupan Mataba 2025. Semangat santri kian menggelora ketika melihat senyum ayah bunda menanti kedatangan mereka.



Dihadapan orang tua, santri berdiri tegap mengikuti setiap rangkaian acara penutupan dengan disiplin. Syal orange tanda peserta Mataba 2025 menggantung rapi di leher mereka. Sebentar lagi, syal tersebut akan berganti, dengan syal sesuai jenjang pendidikan masing-masing.



Berpakaian serba hitam, 418 santri baru, ikhwan dan akhwat menjalanai tiap prosesi dengan khidmat. Penutupan Mataba, menjadi puncak perjalanan ta’aruf mereka dengan lingkungan dan budaya Sekolah Daarut Tauhiid.



Budi Faisal selaku pembina Pesantren Daarut Tauhiid resmi menutup masa Ta’aruf tersebut dihadapan para santri, orang tua dan civitas sekolah Daarut Tauhiid. Detik-detik penuh haru itu, menjadi memori yang begitu membekas dalam relung hati seluruh peserta.



“Bismillaahirrahmanirrahim dengan mengucap Alhamdulillahirabbil’alamiin masa taaruf santri baru SMP, SMA dan SMK Daarut Tauhiid Boarding School 2025 resmi di tutup semoga Allah SWT memberi keistiqomahan dalam perjuangan menutup ilmu,” ujar Budi dengan lantang.



Sesaat setelah penutupan, gemuruh tepuk tangan ramai terdengar. Rasa haru dan  bangga kian menghangatkan suasana. Menciptakan atmosfer penuh syukur yang menyentuh kalbu setiap insan yang hadir.



Berakhirnya Mataba 2025 menjadi titik awal para santri untuk berjuang dalam medan ilmu. Sebagai simbol kesiapan meraka dalam menjalani proses pembelajaran sebagai generasi yang bertauhiid, berkarakter, dan bermanfaat. (Noviana)