
Keceriaan dan gelora semangat memenuhi Dome Central V Daarut Tauhiid pada Ahad (17/8). Santri SMA Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dengan ragam lomba yang sarat tawa, sportivitas, dan kebersamaan.
Bagi mereka, 17 Agustus adalah momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan. Bukan sekadar perayaan tahunan minim makna. Dari lomba sederhana tersimpan makna besar: jatuh lalu bangkit kembali, lelah tetapi terus berusaha, susah namun tetap kompak, hingga akhirnya meraih kemenangan bersama.
Selain mengikuti upacara pengibaran Sang Merah Putih, para santri turut ambil bagian dalam berbagai perlombaan khas 17-an, mulai dari tarik tambang, bakiak, makan kerupuk, futsal putri, hingga permainan seru lainnya. Sorak sorai riuh rendah menjadi bukti bahwa generasi muda siap melanjutkan semangat kemerdekaan dengan energi, tawa, dan rasa persaudaraan.
“Ini semua adalah bagian dari cara santri belajar makna perjuangan. Melalui lomba sederhana, mereka bisa merasakan bagaimana jatuh, bangkit, dan tetap kompak. Semoga semangat ini terus terjaga sebagai wujud melanjutkan estafet kemerdekaan,” ujar Muhammad Lutfi Iskandar, Humas SMA DTBS Putri.
Dari perayaan ini, para santri tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar tentang arti persatuan, sportivitas, dan kebersamaan. Nilai-nilai yang diwariskan para pahlawan pun seolah hidup kembali. Hadir dalam tawa riang, semangat juang, dan energi generasi penerus bangsa. (Dian Safitri)





