
Kawasan Eco Pesantren 1 Daarut Tauhiid Bandung pagi itu terasa berbeda dari biasanya. Cuaca cerah menyambut semangat para santri dan orang tua yang hadir mengikuti Kajian Tauhiid rutin pada Ahad, 7 Desember 2025. Kajian kali ini menghadirkan Prof. Budi Faisal dan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang membahas pentingnya kebersihan hati atau qolbun salim.
Lantai utama masjid yang sejuk dipenuhi jemaah dari berbagai daerah, sebagian besar adalah orang tua santri Sekolah Daarut Tauhiid Indonesia. Kesempatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahim dan melepas rindu antara orang tua dan anak.
Dalam tausiyahnya, Aa Gym menekankan pentingnya menjaga kebersihan hati sebagai syarat utama selamat dari neraka dan meraih surga. Ia menjelaskan empat sifat yang menjadi ciri orang yang dijauhkan dari api neraka, yaitu hayyin, layyin, qorib, dan sahl.
“Hayyin adalah orang yang lahir batinnya tenang, menenangkan, teduh, karena banyak berzikir kepada Allah,” ujarnya.
“Layyin adalah sikap lemah lembut yang lahir dari kasih sayang. Qorib adalah orang yang dekat dan menyenangkan, membuat orang lain merasa senang saat bertemu dan rindu saat berpisah, lahir dari sikap tawadu. Sedangkan Sahl adalah orang yang mudah, sederhana, dan memudahkan urusan orang lain,” tambah pembina Pesantren Daarut Tauhiid ini.
Tausiyah Aa Gym begitu memikat jemaah. Suaranya yang lembut menghujam benak, membuat setiap pesan terserap dengan mudah. Sesekali jemaah tersenyum atau tertawa, ketika Aa Gym menyelipkan humor ringan, mencairkan suasana, dan menambah kehangatan di lantai utama masjid.
Di akhir pertemuan, Aa Gym memimpin doa sebelum menunaikan salat Dzuhur berjemaah. Kajian Tauhiid ini menjadi kesempatan bagi orang tua santri dan jemaah umum untuk menambah ilmu, memperkuat keyakinan kepada Allah, sekaligus mempererat tali silaturahim. (Noviana)





