Tri Dharma di Tengah Duka

Home

Tri Dharma di Tengah Duka

Tri Dharma di Tengah Duka

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Bencana ekologis yang melanda wilayah Aceh dan Sumatra menjadi duka bersama bagi seluruh elemen bangsa, termasuk dunia pendidikan. Di tengah situasi tersebut, STAI Daarut Tauhiid (DT) hadir dan terjun langsung bersama relawan serta masyarakat untuk membantu pemulihan wilayah terdampak.



Bersama DT Peduli, Jefry Aditya, M.Pd., dosen STAI DT, serta Eko Saputra, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, berkontribusi langsung sebagai relawan di lapangan. Keterlibatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.



“Kita di kampus memiliki Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya pengabdian kepada masyarakat. Mengabdi itu bukan hanya melalui keilmuan di kelas, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan kerelawanan, terlebih yang berada dalam lingkup lembaga kita sendiri, Daarut Tauhiid,” ujar Jefry.



Ia menegaskan bahwa ilmu dan pengajaran yang diperoleh selama masa perkuliahan tidak seharusnya berhenti di bangku kelas. Ilmu tersebut harus menjadi bekal untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.



Menurutnya, menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama, termasuk kalangan akademisi. Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga arah kebijakan agar tidak merugikan masyarakat dan lingkungan.



“Pendidikan tinggi bukan hanya pemberi pengetahuan, tetapi juga pemberi pengalaman nyata sesuai keilmuannya masing-masing. Ketika akademisi, ulama, dan para pemimpin amanah dalam menjalankan tanggung jawabnya, insya Allah lingkungan akan terjaga,” jelas Jefry.



Ia juga menekankan pentingnya empati dan kepedulian sosial sebagai nilai dasar yang harus tertanam kuat dalam diri setiap insan akademik. Menurutnya, keluasan ilmu akan semakin bermakna jika disertai adab dan akhlak mulia.



“Pendidikan tentang kepedulian sosial ini penting untuk terus diajarkan dan diimplementasikan, baik di perguruan tinggi maupun pendidikan menengah, sebagai bekal bagi generasi penerus bangsa,” ungkapnya, pada Jumat (19/12/2025).



Di akhir pernyataannya, Jefry menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil ‘Alamin (YDTR), STAI DT, dan SMK DT atas kesempatan yang diberikan untuk berkhidmat langsung kepada masyarakat. (Noviana)