
Liburan panjang selalu menjadi momen yang dinanti para santri. Setelah melalui rangkaian kegiatan belajar, pembinaan, dan kehidupan asrama, masa jeda seolah menjadi hadiah untuk beristirahat sejenak.
Tahun ini, libur santri Sekolah Daarut Tauhiid Indonesia berlangsung dari 22 Desember 2025 hingga 11 Januari 2026. Namun, liburan bukan berarti berhenti dari pembiasaan baik yang telah dibangun di asrama. Justru, rumah menjadi ruang latihan baru bagi para santri untuk menguji kemandirian, kedisiplinan, dan konsistensi ibadah mereka.
Siti Nurhasanah, S.Psi., Kabag Pengasuhan Akhwat YDTR, menjelaskan bahwa para santri tetap dibekali arahan selama liburan, salah satunya melalui Formulir Mutabaa’ah Yaumiah, alat monitoring ibadah harian.
“Ada buku pembekalan santri berupa Form Mutabaa’ah Yaumiah yang digunakan untuk memonitor ibadah di rumah, dibantu dan didampingi oleh orang tua. Tujuannya adalah membantu ananda dan orang tua tetap melaksanakan pembiasaan ibadah, sehingga hal-hal baik yang diterapkan di asrama bisa terus berjalan di rumah selama liburan,” tuturnya pada Sabtu (20/12/2025).
Selain itu, santri juga diberikan pembekalan mengenai aktivitas yang dapat dilakukan selama berada di rumah. Mulai dari pengelolaan waktu, adab dalam keseharian, hingga pentingnya komunikasi yang hangat dengan orang tua. Dengan pendampingan yang tepat, masa liburan diharapkan bukan sebatas waktu istirahat, tetapi juga kesempatan memperkuat kedekatan keluarga sekaligus menumbuhkan tanggung jawab diri.
Liburan tahun ini menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter tidak berhenti ketika santri meninggalkan asrama. Nilai-nilai ibadah, disiplin, dan adab yang telah ditanam justru diuji dalam keseharian di rumah. Jika mampu bertahan dan terus terjaga, pembiasaan baik itu bukan lagi hanya rutinitas, melainkan bagian dari karakter yang tumbuh bersama mereka. (Noviana)





