Khidmat Najar, Staf Terbaik YDTR

Home

Khidmat Najar, Staf Terbaik YDTR

Khidmat Najar, Staf Terbaik YDTR

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Nama Muhammad Najarudin menjadi sorotan saat diumumkan sebagai staf terbaik pada Forum Santri Karya Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil’alamiin (YDTR) yang digelar pada Senin (22/12/2025) di Aula Arofah, Kampus SMP DTBS Putri. Suasana forum terasa khidmat sekaligus hangat saat namanya disebut, diiringi tepuk tangan para peserta sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi yang telah ia tunjukkan.



Najar telah menjadi bagian dari STAI Daarut Tauhiid selama kurang lebih empat tahun. Bagi Najar, berkarya di Daarut Tauhiid merupakan nikmat yang tak ternilai. Lingkungan yang sarat nilai islami, budaya saling menguatkan, serta teladan para guru menjadi pendorong baginya untuk terus berkembang.



“Di sini, saya belajar bahwa bekerja adalah bagian dari pengabdian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, dan jalan untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat,” tuturnya.



Ia meyakini bahwa berkhidmat kepada sang Gurunda, Aa Gym, terutama bagi umat, adalah kesempatan yang harus dijaga dengan rasa syukur. Setiap amanah baginya bukan beban, melainkan ruang untuk memperbaiki diri dan belajar. Karena itu, penghargaan ini ia sambut sebagai pengingat agar terus menimba ilmu dan meningkatkan pengabdian.



“Alhamdulillah, mendapatkan reward sebagai staf terbaik menghadirkan rasa syukur sekaligus perenungan. Saya memandang reward ini sebagai dua hal yang berjalan beriringan: ujian dan pujian. Ujian agar saya tetap menjaga keikhlasan, tidak merasa paling baik, serta terus memperbaiki diri. Pujian seharusnya menjadi pengingat bahwa setiap amanah harus dijaga dengan tanggung jawab lebih besar,” imbuhnya.



Dalam suasana penuh haru itu, Najar berharap YDTR dapat terus meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan kepada umat.



“Secara khusus, untuk STAI Daarut Tauhiid dan Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil’alamiin, saya berharap institusi ini terus bertumbuh menjadi lembaga pendidikan dan dakwah yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai ruh perjuangan,” ujarnya.



“Semoga kualitas tata kelola, sumber daya manusia, serta mutu akademik dan layanan terus meningkat, sehingga mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga kuat dalam akhlak, integritas, dan kepedulian sosial,” pungkas Najar. (Noviana)