Santri Immersion Ikuti Daurah di Universitas Islam Madinah

Home

Santri Immersion Ikuti Daurah di Universitas Islam Madinah

Santri Immersion Ikuti Daurah di Universitas Islam Madinah

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Udara pagi di Madinah pada Ahad (29/3/2026), membawa ketenangan berbeda. Bagi para santri program Immersion, momen itu menjadi titik untuk melangkah dari kedalaman ibadah menuju keluasan ilmu.

 

Seusai salat subuh di Masjid Nabawi, mereka tidak langsung beranjak dari ritme spiritual yang sudah terbangun sejak dini hari. Pagi dimanfaatkan untuk menguatkan kembali niat, merapikan hati, dan menyiapkan diri menghadapi hari yang akan dijalani. Dalam udara yang masih sejuk, doa-doa mengalir pelan, seperti percakapan yang hanya dipahami oleh hati masing-masing.

 

Tak lama berselang, lobi hotel mulai dipenuhi para santri ikhwan dan akhwat yang telah bersiap dengan dresscode yang ditentukan. Rapi, tertib, dan penuh antusias. Ada semangat yang terlihat jelas di wajah-wajah mereka. Semangat untuk belajar langsung di salah satu pusat keilmuan Islam.

 

Tepat pukul 07.30, rombongan bergerak menuju Universitas Islam Madinah. Perjalanan yang ditempuh mungkin singkat, tetapi membawa makna yang panjang. Setiap langkah menjadi bagian dari ikhtiar, menghubungkan niat dengan tindakan, harapan dengan usaha nyata.

 

Kegiatan daurah dimulai pukul 08.00. Ruang-ruang kelas berubah menjadi majelis ilmu, tempat para santri menyimak, mencatat, dan menyerap pelajaran dalam suasana yang khidmat. Di sinilah, perjalanan intelektual berjalan berdampingan dengan perjalanan spiritual.

 

Sementara itu, jemaah Umrah Arbain menjalani hari dengan irama yang lebih tenang. Masjid Nabawi kembali menjadi pusat aktivitas. Tempat tilawah dilantunkan, zikir diulang tanpa jeda, dan waktu seakan melambat dalam kekhusyukan. Ada ketenangan yang tidak bisa diukur, hanya bisa dirasakan.

 

Hari itu tidak hanya tentang agenda yang dijalani, tetapi tentang bagaimana hati bergerak di dalamnya. Antara ibadah dan ilmu, keduanya saling menguatkan, membentuk pengalaman yang utuh.

 

“Selepas penguatan ibadah ba’da Subuh, para peserta daurah berangkat menuju kampus untuk mengikuti kegiatan belajar. Semoga setiap langkah menuju majelis ilmu ini menjadi jalan keberkahan dan kebermanfaatan,” ungkap Haerudin, Pendamping Kegiatan Immersion.

 

Di Madinah, perjalanan tidak selalu diukur dari jarak. Kadang, hadir dalam perubahan yang pelan. Dari lurusnya niat lurus, keteguhan menjaga langkah, hingga hati yang perlahan menemukan arah. (Dian Safitri)