
Waktu perlahan mengubah banyak hal. Anak-anak yang dahulu datang dengan tangis dan rasa canggung, kini tampil dengan senyum dan keberanian baru. Perubahan itu menjadi bagian dari kisah yang dikenang dalam Tasyakur dan Muhasabah jenjang TK Sekolah Daarut Tauhiid Indonesia di Dome Central V pada Jumat (12/6/2026).
Tasyakur dan Muhasabah menjadi kesempatan untuk menengok kembali jejak perjalanan tersebut. Ada hari-hari pertama yang dipenuhi air mata dan rasa cemas, ada proses mengenal teman baru, belajar mengikuti aturan, hingga perlahan tumbuh menjadi anak yang percaya diri, mandiri, dan mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh santri TK Daarut Tauhiid dari berbagai daerah, yakni Kota Bandung, Cianjur, Cicadas, dan Lebak, Banten. Sebanyak 89 siswa mengikuti prosesi tasyakur sebagai ungkapan syukur atas perjalanan belajar yang telah mereka jalani di lingkungan TK Daarut Tauhiid.
“Alhamdulillah hari ini sedang melaksanakan kegiatan Tasyakur dan Muhasabah tingkat TK Daarut Tauhiid. Harapan kami, kegiatan ini menjadi motivasi bagi ananda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar. Kami juga berharap karakter yang telah ditanamkan selama di TK Daarut Tauhiid dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Suryana, Kepala Sekolah TK DT Cianjur.
Di antara para orang tua yang hadir, Dera Ardiansah turut merasakan bagaimana setiap proses kecil membawa perubahan berarti. Baginya, hari itu bukan hanya menyaksikan anak menyelesaikan pendidikan taman kanak-kanak, tetapi juga melihat perjalanan tumbuh yang telah dilalui dengan penuh kesabaran.
“Alhamdulillah, menyekolahkan anak di DT memberikan banyak sekali cerita. Di awal-awal sekolah, anak saya tantrumnya luar biasa. Hampir setiap hari menangis dan harus dibantu oleh gurunya untuk masuk kelas. Sampai sekarang, momen itu masih sangat teringat,” tuturnya.
Namun seiring berjalannya waktu, kegelisahan itu perlahan berubah menjadi rasa syukur.
“Masya Allah, dua tahun berlalu begitu cepat. Hari ini tibalah waktunya diwisuda. Rasa syukur kami tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Perubahannya luar biasa, mulai dari kemandirian, kemampuan bersosialisasi, pertemanan, hingga akhlaknya. Semua sesuai dengan harapan kami sebagai orang tua. Mudah-mudahan setelah ini ia bisa istikamah mengamalkan pelajaran yang didapat selama di TK Daarut Tauhiid dan melanjutkan pendidikan di tempat yang terbaik,” lanjutnya.
Di penghujung kegiatan, suasana haru semakin terasa ketika guru, orang tua, dan para santri saling berbagi doa serta ucapan terima kasih. Yang dikenang pada hari itu bukan hanya kelulusan, tetapi setiap langkah kecil yang telah mengantarkan mereka menuju fase kehidupan berikutnya.
Dari langkah yang dahulu masih ragu memasuki ruang kelas, kini tumbuh harapan-harapan baru untuk masa depan. Dengan bekal nilai tauhid, akhlak, dan kemandirian ejak dini, para santri TK Daarut Tauhiid diharapkan terus bertumbuh menjadi generasi yang memberi manfaat bagi lingkungan di mana pun mereka berada. (Dian Safitri)





