
Di tengah penggunaan gawai yang nyaris tanpa jeda, konsep hijrah dipahami sebagai proses seleksi perilaku digital. Mulai dari apa yang dilihat, didengar, hingga dibagikan sehari-hari. Di era arus informasi yang cepat, penguatan akhlak dan iman menjadi fokus pembinaan karakter generasi muda.
Hal tersebut mengemuka dalam Kajian Gema Muharam 1448 H yang digelar di Aula Arafah SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri, Selasa (16/6/2026). Kegiatan bertema “Hijrah di Era Digital: Upgrade Akhlak, Kuatkan Iman, dan Produktif Beramal” itu diikuti santri SMP, SMA, dan SMK Putri sebagai bagian dari momentum Tahun Baru Islam.
Sejak awal kegiatan, para peserta mengikuti pemaparan dengan penuh perhatian. Diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung aktif, menandakan respons yang kuat terhadap materi yang disampaikan.
Dua narasumber, Ghaida Tsurayya, S.Si., dan Meyda Sefira, S.T., M.T., memberikan paparan terkait tantangan menjaga nilai keislaman di tengah perkembangan teknologi. Keduanya menekankan bahwa teknologi dapat menjadi sarana kebaikan apabila dikendalikan oleh prinsip moral yang kuat.
Dalam forum tersebut, peserta juga diingatkan bahwa ukuran keberhasilan di ruang digital tidak semata pada jumlah pengikut, melainkan pada dampak dan manfaat yang dihasilkan. Hijrah diposisikan sebagai proses berkelanjutan dalam memperbaiki niat, menjaga ucapan dan tindakan, serta mengarahkan aktivitas agar bernilai ibadah.
“Semoga kegiatan ini menjadi penguat bagi para santri untuk terus meng-upgrade diri, menambah ilmu, memperbaiki akhlak, dan konsisten dalam amal saleh,” ujar Sulis, guru.
Salah satu peserta, Askana Ratifa Yulian, siswi SMA DTBS Putri, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan dorongan motivasi baru.
“Acara tadi seru dan banyak ilmu baru. Bertemu dengan orang-orang yang menginspirasi juga membuat saya semakin termotivasi untuk berkembang di Tahun Baru Hijriah ini,” ujarnya.
Menutup kegiatan, Meyda Sefira menyampaikan doa dan harapan bagi para santri agar istiqamah dalam menuntut ilmu dan menjaga nilai-nilai keislaman di tengah tantangan zaman.
“Mudah-mudahan Allah memudahkan jalan kalian menuntut ilmu, memberikan kesehatan, kekuatan, dan keikhlasan. Semoga menjadi pribadi yang taat, giat belajar, dan bermanfaat bagi umat,” katanya.
Kegiatan tersebut menegaskan kembali bahwa hijrah dalam konteks kekinian tidak selalu berupa perubahan besar, melainkan dimulai dari keputusan sehari-hari dalam menjaga perilaku, terutama di ruang digital yang terus bergerak tanpa henti. (Dian Safitri)





