
Selama empat hari, 89 pendidik Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil ‘Alamin (YDTR) Batam menjalani kehidupan layaknya santri. Mereka mengikuti berbagai pembinaan sebagai bagian dari penguatan karakter, budaya kerja, dan nilai-nilai kepesantrenan sebelum menyambut tahun ajaran baru.
Program tersebut dikemas dalam In House Training (IHT) bertema Komando Ihsan yang diselenggarakan di Kawasan Wakaf Terpadu DT Batam pada 13-16 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menyambut tahun ajaran baru sekaligus upaya memperkuat karakter, budaya kerja, dan nilai-nilai kepesantrenan bagi seluruh civitas pendidikan.
Para peserta mengikuti berbagai rangkaian pembinaan dengan menjalani aktivitas layaknya seorang santri. Melalui pendekatan tersebut, para pendidik diajak memahami langsung proses kehidupan di pesantren sehingga mampu memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik kepada para santri.
Pelatihan mengusung tema Komando Ihsan, akronim dari Komitmen Membangun Area Pendidikan yang Nyaman dan Optimal. Selain menyelaraskan visi seluruh civitas YDTR, kegiatan ini juga menjadi sarana meningkatkan kompetensi, kedisiplinan, kerja sama, serta memperkuat budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Ketua Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil ‘Alamin (YDTR), Gatot Kunta Kumara, mengatakan bahwa In House Training ini merupakan langkah strategis dalam membangun lingkungan pendidikan yang unggul.
“Melalui In House Training bertema Komando Ihsan ini, kami ingin menyatukan langkah seluruh civitas YDTR dalam membangun area pendidikan yang nyaman dan optimal. Kegiatan ini bukan hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga memperkuat karakter, budaya kerja, serta nilai-nilai kepesantrenan yang menjadi ruh pendidikan di Daarut Tauhiid,” ujarnya.
Penguatan karakter, kompetensi, dan budaya kerja tersebut menjadi bekal bagi seluruh civitas YDTR untuk menghadirkan layanan pendidikan yang profesional, penuh kepedulian, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Dengan semangat Komando Ihsan, lingkungan pendidikan yang nyaman dan optimal diharapkan mampu melahirkan generasi yang bertauhid, berkarakter, dan bermanfaat bagi umat. (Dian Safitri)





