Tata Cara Salat Hajat dan Doanya

Home

Tata Cara Salat Hajat dan Doanya

Tata Cara Salat Hajat dan Doanya

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Salat Hajat merupakan salah satu amalan sunah yang dapat mendekatkan hamba kepada Rabbnya. Tak hanya itu, pelaksanaan salat Hajat pun dianjurkan ketika kita memiliki keinginan, baik terkait kebutuhan dunia maupun akhirat. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai tata cara pelaksanaan salat Hajat dan doanya.


Salat Hajat dapat dilakukan sebagaimana salat sunah pada umumnya. Pelaksanaan salat hajat tidak terikat oleh waktu. Artinya, dapat ditunaikan kapan saja. Berikut tata cara salat Hajat:


  1. 1. Niat

 

Ushallī sunnatal hājati rak‘ataini adā’an lillāhi ta‘ālā. 

Artinya: Aku menyengaja shalat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT. 

  1.  
  2. 2. Menunaikan salat dua rakat dengan membaca surat Al-Fatihah, ayat Kursi, dan Al-Ikhlas maupun surat pendek lainnya.
  1.  
  2. 3. Setelah menunaikan salat, tahap selanjutnya ialah membaca shalawat. Adapun shalawat yang dapat di lantunkan ialah;

 

Subḫânal-ladzî labisal-‘izza wa qâla bihi. Subḫânal-ladzî ta‘aththafa bil-majdi wa takarrama bihi. Subḫâna dzil-‘izzi wal-kirami, subḫâna dzith-thauli as’aluka bimu‘âqidil-‘izzi min ‘arsyika wa muntahar-raḫmati min kitâbika wa bismikal-a‘dhami wa jaddikal-a‘la wa kalimâtikat-tâmmâtil-‘âmmâtil-latî lâ yujâwizuhunna birrun wa lâ fâjirun an tushalliya ‘ala sayyidinâ Muḫammadin wa ‘ala âli sayyidinâ Muḫammadin.


“Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana.”

  1.  
  2. 4. Selanjutnya membaca doa sesuai tuntunan Rasulullah pada hadits riwayat Imam At-Tirmidzi berikut ini;

 

Allâḫumma innî as’aluka mûjibâti raḫmatika, wa ‘azâ’ima maghfiratika, wal-ghanîmata min kulli birrin, was-salâmata min kulli itsmin lâ tada‘ lî dzanban illâ ghafartahu, wa lâ hamman illâ farrajtahu, wa lâ ḫâjatan hiya laka ridlan illâ qadlaitahâ yâ arḫamar-râḫimîna.


“Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih,”.

  1.  
  2. 5. Setelah memanjatkan doa-doa tersebut. Maka langitkanlah keinginan kita dengan hati yang khusyuk dan keyakinan penuh terhadap Allah.

Demikianlah tata cara dan bacaan doa salat Hajat yang dapat kami rangkum untuk Anda. Sebagai hamba, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk meminta kepada Allah, Sang Mahakuasa atas segalanya. Maka dari itu, tunaikanlah salat dan berdoalah. Semoga Allah mengabulkan hajat yang kita dambakan. (Noviana)