Aa Gym Tutup MPLS dengan Pesan Tauhid dan Akhlak

Home

Aa Gym Tutup MPLS dengan Pesan Tauhid dan Akhlak

Aa Gym Tutup MPLS dengan Pesan Tauhid dan Akhlak

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Bekal menjadi santri tidak hanya berupa pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga penguatan akhlak dan tauhid. Nilai-nilai tersebut ditekankan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) saat menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah DT Indonesia pada Ahad (2/8/2026).

 

Penutupan tersebut menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian MPLS yang telah diikuti para santri sekaligus awal perjalanan mereka menjalani pendidikan di lingkungan pesantren dengan membawa nilai-nilai yang telah dipelajari selama masa pengenalan.

 

Dalam tausiyahnya, Aa Gym mengingatkan bahwa menuntut ilmu bukan semata-mata untuk meraih prestasi akademik, tetapi sebagai jalan membentuk akhlak mulia, menumbuhkan kedisiplinan, serta mempererat hubungan dengan Allah SWT. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi yang harus terus dijaga selama menjalani kehidupan sebagai santri.

 

“Ilmu yang dipelajari hendaknya tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga melahirkan akhlak yang baik, kedisiplinan, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jadikan setiap proses belajar sebagai jalan untuk meraih ridha-Nya dan menghadirkan manfaat bagi sesama,” pesan Aa Gym.

 

Penutupan MPLS menjadi penanda dimulainya perjalanan para santri dalam mengamalkan nilai-nilai BAKU (Baik dan Kuat) di lingkungan Sekolah DT Indonesia. Berbagai materi dan pembiasaan yang telah diterima selama masa pengenalan diharapkan menjadi bekal dalam menjalani proses pendidikan maupun kehidupan sehari-hari di pesantren.

 

Perwakilan Tim Humas Sekolah DT Indonesia, Najib, menyampaikan bahwa berakhirnya MPLS bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal bagi para santri untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang telah dipelajari.

 

“Semoga seluruh santri senantiasa istikamah menjadi pribadi yang jujur, disiplin, tangguh, dan selalu mengutamakan ridha Allah SWT dalam setiap ikhtiar. Dengan demikian, ilmu yang dipelajari akan menjadi ilmu yang penuh keberkahan dan memberikan manfaat bagi umat,” ujarnya. (Dian Safitri)