
Sahabat, agama Islam yang rahmatan lil’alaamiin mengajarkan kita untuk peka dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Bukan hanya aspek hablumminallah dengan rajin dan tekun beribadah, melainkan juga dapat menunjukkan kepedulian dan empati terhadap seluruh makhlukNya.
Daarut Tauhiid memiliki sebuah konsep untuk menciptakan lingkungan yang rahmatan lil’alaamin. Konsep tersebut bernama “BEBAS KOMIBA” Sebuah konsep yang mengajarkan kita untuk peka dan peduli terhadap kenyamanan dan keamanan lingkungan sekitar. Berikut pemaparannya;
BE – Berantakan Rapikan
Sebagian besar dari kita pasti menyukai pemandangan yang indah. Setiap itemnya tertata dengan rapi dan bersih serta ber-aroma wangi sehingga menyejukkan hati dan menyenangkan pandangan.
Maka, perbaikilah lingkungan sekitar dengan merapikan hal-hal yang berserakan. Gunakan karunia yang Allah berikan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi lingkungan sekitar.
BAS – Basah Keringkan
Sesuatu yang basah akan membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Maka, bila menemukan suatu tempat yang basah, segeralah mencari kain atau semacamnya untuk mengeringkan, agar tidak menimbulkan bahaya.
KO – Kotor Bersihkan
Suatu tempat atau objek yang kotor pasti membuat siapapun tidak nyaman memandangnya. Jika menginginkan keindahan, maka sudah menjadi tugas kita untuk membersihkan segala sesuatu yang kotor. Dalam sebuah hadits tertera bahwa;“Kebersihan itu sebagian dari iman.” (HR. Ahmad)
Allah adalah Sang Mahasuci serta mencintai kebersihan dan kesucian. Maka, sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk dapat menjaga kebersihan dirinya , juga lingkungan di sekitar.
MI – Miring Luruskan
Islam adalah agama yang lurus. Setiap kita pasti menginginkan senantiasa hidup berada dalam koridor yang lurus. Hal itu dapat tercermin dari bagaimana perilaku atau sikap kita dalam menghadapi sesuatu.
Maka, jika menjumpai suatu hal atau objek yang miring, cobalah untuk meluruskannya. Agar sedap di pandang mata serta menjadi cermin bagi diri kita bagaimana kadar kepedulian kepada lingkungan sekitar.
BA – Bahaya amankan
“Dan, menyingkirkan duri dari jalan juga sedekah.” (HR Muslim). Berdasarkan hadits tersebut, dapat kita ketahui bahwa dengan hanya menyingkirkan duri di jalan akan Allah nilai sebagai sedekah.
Lantas bagaimana dengan amalan lainnya? Selama amal tersebut kita lakukan dengan ikhlas dan untuk menghindarkan bahaya bagi orang lain maupun diri sendiri, maka Insyaallah bernilai pahala kebaikan.
Demikianlah pemaparan tentang konsep BEBAS KOMIBA yang dapat kita terapkan bersama. Semoga dengan ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang rahmatan li’alaamiin, aamiin. (Noviana)





