Belajar Menjadi Rahmat dari Desa Kartawangi

Home

Belajar Menjadi Rahmat dari Desa Kartawangi

Belajar Menjadi Rahmat dari Desa Kartawangi

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Di Desa Kartawangi, hari-hari Ilmi Abiyu tak lagi ditandai oleh bel masuk kelas atau deretan bangku sekolah. Santri SMA DTBS Putri ini kini belajar dengan cara yang berbeda—langsung di tengah masyarakat—melalui Program Khidmat Masyarakat (PKM), fase akhir perjalanan yang menutup masa belajarnya di pesantren.

 

PKM merupakan program wajib bagi santri jenjang akhir. Tapi program ini juga menjadi ruang aktualisasi nilai, tempat ilmu dan adab yang ditempa selama tiga tahun diuji di kehidupan nyata. Di Kartawangi, Ilmi dan rekan-rekannya ditantang hadir sebagai pribadi yang rahmatan lil ‘alamin. Bukan hanya membawa program, tetapi juga membawa manfaat.

 

Beragam aktivitas dijalani Ilmi selama PKM. Ia mengajar anak-anak, membersihkan lingkungan, menyusun program pemakmuran masjid, hingga membantu aktivitas warga sesuai keseharian mereka, seperti berkebun dan beternak. Kegiatan-kegiatan sederhana itu justru menjadi ruang pembelajaran paling nyata tentang tanggung jawab, kepedulian, dan keikhlasan.

 

“Di sini kami belajar menjadi pribadi yang benar-benar hadir untuk masyarakat. Bukan hanya datang membawa program, tapi juga belajar memahami kehidupan dan kearifan yang sudah ada,” tutur Ilmi.

 

Interaksi dengan warga membuka cakrawala baru baginya. Dari obrolan ringan hingga kerja bersama, Ilmi belajar menempatkan diri, membangun kedekatan dengan anak-anak, dan menumbuhkan kepekaan terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

 

“Kami belajar bagaimana membahagiakan sahabat-sahabat cilik, peka terhadap problematika masyarakat, dan berusaha menghadirkan solusi sederhana yang bisa kami lakukan,” ungkapnya.

 

Bagi Ilmi, PKM jauh melampaui makna kewajiban akademik. Program ini menjadi proses pembentukan karakter. Bekal agar santri siap hidup berdampingan dengan masyarakat setelah lulus, bukan sebagai tamu, tetapi sebagai bagian dari mereka.

 

“Menurut saya, PKM bukan hanya instrumen pendukung kelulusan, melainkan sistem yang membentuk kami agar siap hidup bersama masyarakat sebagai insan yang bertauhid, bermanfaat, dan bermartabat,” jelasnya.

 

Dari Desa Kartawangi, Ilmi Abiyu dan para santri DTBS Putri belajar arti pengabdian yang sesungguhnya. Bahwa menjadi rahmat tidak selalu lewat hal besar, tetapi melalui kehadiran yang tulus, kerja kecil yang konsisten, dan niat baik yang dijaga. Dari desa, mereka pulang membawa pelajaran hidup. Bekal untuk memberi makna di mana pun kelak mereka berada. (Dian Safitri)

 

🎉 Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

📚SMA Daarut Tauhiid Boarding School Putri

 

🌐 Link pendaftaran:

👉 https://ppdb.daaruttauhiid.sch.id

 

📞 Informasi lebih lengkap hubungi:

💬 Humas SMA Daarut Tauhiid Boarding School Putri

📱 081299312010 / 082124241196

 

🏫  SMA Daarut Tauhiid Boarding School Putri

📍 Alamat: Jl. Gegerkalong Girang Isola, Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40154

 

✨ Ayo daftarkan putri terbaik Ayah Bunda, jadikan mereka generasi cerdas, berakhlak, dan berkarakter Islami! 🌟