Cahaya di Balik Gemerlap Panggung DTS Festival

Home

Cahaya di Balik Gemerlap Panggung DTS Festival

Cahaya di Balik Gemerlap Panggung DTS Festival

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Sorot lampu menembus gelapnya Dome Eldorado pada Sabtu, 7 Februari 2026. Malam itu, DT School Festival (DTS Festival) menghadirkan pertunjukan seni yang memadukan kreativitas, pesan dakwah, dan kerja kolektif para santri dalam satu panggung yang hidup.



Mengusung tema “Kembara Cahaya: The Journey of The Light”, DTS Festival tahun ini menampilkan kisah perjalanan seorang pemuda yang menelusuri tanda-tanda kebesaran Allah di berbagai penjuru dunia. Cerita bergerak dari Indonesia, lalu singgah ke Malaysia, Australia, Madinah, Palestina, hingga Spanyol (Andalusia). Setiap lokasi menjadi penanda sejarah bahwa Islam pernah membangun peradaban dan jejaknya masih terasa hingga hari ini.



Panggung dipenuhi detail visual yang mendukung alur cerita. Tata cahaya diselaraskan dengan emosi tiap adegan, musik menguatkan suasana, dan koreografi dirancang dengan perhitungan matang. Di balik layar, para santri mengambil peran sesuai bidangnya. Penata artistik, kru multimedia, tim produksi, hingga pengarah teknis. Mereka belajar bahwa pertunjukan yang utuh lahir dari koordinasi dan kepercayaan satu sama lain.



Ketua Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil’alamiin (YDTR), Gatot Kunta Kumara, dalam sambutannya menegaskan DTS Festival membawa misi yang lebih dalam daripada sebatas hiburan.



“Tema Kembara Cahaya adalah ide anak-anak dalam menemukan cahaya di setiap perjalanan mereka di berbagai penjuru bumi. Ini menjadi pembelajaran berharga tentang kolaborasi, keberanian, dan kerja sama. Bisa jadi 10 tahun ke depan mereka akan mengingat momen ketika ayah dan ibunya hadir dengan senyuman hangat, yang memotivasi mereka untuk belajar maksimal dan memberi manfaat besar,” ujarnya.



Ia juga berharap seluruh proses yang dijalani menjadi bagian dari amal kebaikan. “Semoga ini menjadi kebaikan yang kelak dapat menggandeng ayah dan bundanya menuju surga.”



DTS Festival meninggalkan kesan yang melampaui durasi pertunjukan. Di antara sorot lampu dan tepuk tangan, ada proses panjang yang membentuk karakter, melatih tanggung jawab, dan menanamkan nilai. 



Cahaya yang diangkat di atas panggung pada akhirnya bukan hanya simbol dalam cerita, melainkan tumbuh dari kerja keras, kebersamaan, dan niat untuk menghadirkan manfaat bagi sesama. (Noviana)