Dari Dome Eldorado, Langkah Baru Para Santri Daarut Tauhiid Dimulai

Home

Dari Dome Eldorado, Langkah Baru Para Santri Daarut Tauhiid Dimulai

Dari Dome Eldorado, Langkah Baru Para Santri Daarut Tauhiid Dimulai

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Kamis (11/6/2026), Dome Eldorado dipenuhi suasana yang sarat dengan rasa syukur, haru, dan harapan dalam kegiatan Tasyakur dan Muhasabah Santri Akhir Jenjang SMP, SMA, dan SMK Tahun Ajaran 2025/2026 Sekolah Daarut Tauhiid Indonesia.

 

Pagi itu, ratusan santri akhir duduk berdampingan dengan orang tua serta para guru yang telah membersamai perjalanan mereka selama bertahun-tahun. Wajah-wajah yang dahulu datang dengan berbagai harapan, kini bersiap melangkah menuju fase kehidupan yang baru. Di balik senyum yang mengembang, tersimpan cerita tentang perjuangan, pengorbanan, doa, serta proses panjang yang membentuk diri mereka hingga hari ini.

 

Bagi para santri, tasyakur dan muhasabah menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan yang telah ditempuh. Mulai dari ilmu yang dipelajari, akhlak yang dibina, hingga nilai-nilai tauhid dan tanggung jawab yang ditanamkan selama berada di lingkungan Daarut Tauhiid.

 

Suasana haru semakin terasa ketika para orang tua menyaksikan putra-putri mereka menyelesaikan satu tahapan penting dalam kehidupan. Perjalanan yang ditempuh, doa yang dipanjatkan dalam setiap kesempatan, hingga kerinduan karena jarak seolah menemukan maknanya pada hari tersebut.

 

Muflihatun Nur Aini, S.Hum., panitia kegiatan sekaligus Wakil Kepala Pengasuhan SMP DTBS Putri, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sekitar 460 santri akhir dari jenjang SMP, SMA, dan SMK.

 

“Alhamdulillah pada pagi hari ini sedang berlangsung kegiatan Tasyakur dan Muhasabah santri kelas akhir dari jenjang SMP, SMA, dan SMK yang terdiri dari kurang lebih 460 alumni. Semoga ke depannya selalu dapat memaksimalkan amal kebaikan di mana pun kalian berada, menjadi penebar manfaat bagi lingkungan sekitar, dan selalu menjadi hamba Allah yang dicintai oleh Allah SWT,” ujarnya.

 

Di antara para orang tua yang hadir, Desi Novita Rahmi dari Tasikmalaya turut merasakan perjalanan yang penuh kesan saat mendampingi putrinya menempuh pendidikan di Daarut Tauhiid.

 

“Alhamdulillah tahun ini putri kami akhirnya menyelesaikan sekolahnya di sini. Perjalanan Tasikmalaya-Bandung menjadi perjalanan yang sangat berkesan bagi kami. Banyak sekali perubahan yang kami rasakan. Naya menjadi lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih mandiri. Harapan kami, seluruh nilai yang telah ditanamkan para asatiz dan asatizah tetap ia pegang dalam kehidupannya, sehingga bisa tumbuh menjadi muslimah yang memberikan manfaat bagi sesama,” tuturnya.

 

Kesan yang sama disampaikan Rizky Maulana Arifin, salah satu santri akhir SMA DTBS Putra. Baginya, masa belajar di Daarut Tauhiid meninggalkan banyak kenangan serta bekal kehidupan yang berharga.

 

“Pesan dan kesan saya selama bersekolah di SMA DTBS Putra ini sangat bahagia sekali. Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan. Semoga segala yang telah saya pelajari menjadi manfaat dan keberkahan bagi diri saya maupun umat muslim seluruhnya. Aamiin,” ungkapnya.

 

Tasyakur dan Muhasabah menjadi titik jeda sebelum para santri melanjutkan perjalanan berikutnya. Ilmu, akhlak, dan nilai-nilai tauhid yang telah ditanamkan diharapkan terus menyertai setiap langkah mereka, di mana pun Allah menempatkan.

 

Pada akhirnya, perjalanan seorang lulusan tidak hanya ditentukan oleh sejauh apa ia melangkah, tetapi juga oleh seberapa besar manfaat yang dapat ia hadirkan bagi sesama. (Dian Safitri)