Jangan Panik, Lakukan ini Ketika Gempa Bumi Terjadi

Home

Jangan Panik, Lakukan ini Ketika Gempa Bumi Terjadi

Jangan Panik, Lakukan ini Ketika Gempa Bumi Terjadi

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
  1.  

Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang lazim terjadi di Indonesia. Hal ini terjadi karena wilayah Indonesia berada dalam kawasan lempeng tektonik  (ring of fire) dan juga terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik. Keadaan geografis tersebut menyebabkan Indonesia termasuk ke dalam negara yang rawan terjadi bencana alam, salah satunya gempa bumi.


Belajar dari peristiwa yang pernah terjadi, beberapa kasus gempa bumi di Indonesia masih menelan banyak korban jiwa. Maka dari itu, sudah sepatutnya kita memahami edukasi terkait mitigasi bencana alam sejak dini. Adapun pengertian mitigasi bencana ialah upaya untuk mencegah banyaknya korban dan meminimalisir kerugian saat terjadi bencana. Dilansir dari  BMKG, berikut ini tata cara mitigasi ketika sebelum, saat dan sesudah gempa bumi terjadi.

 

  1. A. Tata cara mitigasi sebelum gempa bumi
  2.  1. Badan atau lembaga daerah sepatutnya mengadakan mitigasi bencana alam kepada seluruh lapisan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait mitigasi gempa bumi.
  3.  2. Menyiapkan tas siaga untuk bencana yang berisi; dokumen berharga, ponsel, uang tunai, pakaian untuk 3 hari, air minum, makanan tahan lama, P3K, senter, perlengkapan mandi dan peluit.
  4.  3. Menyiapkan alat keselamatan, alat pemadam kebakaran, serta obat-obatan.
  5.  4. Membangun fondasi yang kuat untuk rumah atau bangunan, agar tidak mudah roboh ketika terkena guncangan gempa bumi.
  6.  5. Membuat dan memahami jalur evakuasi dan zona aman di lingkungan sekitar.
  7.  6. Mencatat nomor telepon penting yang dapat dihubungi ketika terjadi gempa bumi.
  8.  7. Senantiasa mematikan air, gas maupun listrik ketika sudah tidak lagi digunakan. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya kebakaran ketika gempa terjadi.
  1.  
  2. B. Tata cara mitigasi saat gempa bumi
  3.  1. Melindungi diri di bawah meja untuk menghindari barang-barang yang terjatuh.
  4.  2. Melindungi kepala dengan benda yang aman dan bersegera menuju tanah lapang.
  5.  3. Menggunakan tangga darurat dan tidak menggunakan lift maupun eskalator.
  6.  4. Menjauhi benda atau bangunan yang berpotensi roboh, seperti pohon ataupun tiang listrik.
  7.  5. Menepi dan berhenti, bila sedang berada di dalam kendaraan. Lalu carilah tempat aman.
  8.  6. Tetap tenang dan tidak panik
  1.  
  2. C. Tata cara mitigasi setelah gempa bumi
  3.  1. Waspada bila terjadi gempa susulan.
  4.  2. Mewaspadai terjadinya tsunami bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Pantai.
  5.  3. Tetap berdiri ditempat terbuka dan menghindari bangunan atau Gedung yang berpotensi roboh, sembari memastikan tidak ada lagi gempa susulan.
  6.  4. Hindari daerah yang rawan longsor.
  7.  5. Memantau informasi dari sumber yang terpercaya, seperti BMKG, BNPB maupun BPBD.


Itulah proses mitigasi gempa bumi yang harus kita pahami dengan baik, agar ketika bencana terjadi kita tidak mudah panik dan siaga dalam menghadapi bencana. Sehingga dapat menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain. (Noviana)