Kado Terindah di Hari Wisuda, Ungkapan Hati Ibunda Santri SMA DTBS Putri

Home

Kado Terindah di Hari Wisuda, Ungkapan Hati Ibunda Santri SMA DTBS Putri

Kado Terindah di Hari Wisuda, Ungkapan Hati Ibunda Santri SMA DTBS Putri

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

BANDUNG – Menjadi hari yang tak terlupakan bagi para orang tua santri, di tengah suasana haru dan syukur pada kegiatan Tasyakur dan Muhasabah yang digelar di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), setiap momen menjadi pengikat kenangan dan doa bagi masa depan yang gemilang.

 

Salah satu yang membagikan kisah penuh makna adalah Misna, ibunda dari Hazima Rayhana Kusuma, salah satu santri dari SMA DTBS Putri yang diwisuda pada hari itu. Wajahnya berseri, matanya berkaca-kaca. Bagi Misna, hari tersebut bukan sekadar seremoni kelulusan, tapi sebuah capaian ruhani yang mendalam.

 

“Saya sangat bahagia dan tidak pernah menyesal menyekolahkan anak saya di sini. Ini adalah anugerah terindah bagi saya dan keluarga,” ungkapnya penuh haru.

 

Misna melihat Daarut Tauhiid bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tapi sebagai tempat pembentukan karakter dan spiritualitas. Ia menyebut kegiatan Tasyakur dan Muhasabah sebagai momen reflektif, tak hanya bagi santri, tapi juga bagi orang tua.

 

“Ini momen rasa syukur dan muhasabah bagi kami sebagai orang tua. Juga menjadi momen silaturahmi dengan sesama wali santri yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada Daarut Tauhiid,” tambahnya.

 

Sebagai orang tua, Misna menyimpan harapan besar agar Daarut Tauhiid terus menjadi cahaya dalam dunia pendidikan Indonesia. Ia berharap Daarut Tauhiid senantiasa mampu mencetak generasi yang bertauhid, berkarakter kuat, dan bermanfaat untuk umat.

 

“Semoga Daarut Tauhiid Indonesia terus berjaya, menjadi jalan kebaikan dan keberkahan bagi negara kita. Dan semoga kebermanfaatan Daarut Tauhiid terasa di mana pun berada,” pungkasnya.

 

Kisah Misna menjadi satu dari sekian banyak testimoni yang menggambarkan eratnya hubungan antara orang tua, anak, dan lembaga pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai keislaman. Di tengah tantangan zaman, Daarut Tauhiid terus berupaya menjadi oase yang menumbuhkan bukan hanya kecerdasan, tapi juga akhlak dan ketauhidan. (Dian Safitri)