
Aula Masjid Rahmatan Lil’alamiin dipenuhi suasana khidmat pada Jumat (5/9/2025). Ratusan santri duduk rapi mengenakan baju koko putih, sarung hitam, peci, dan syal yang menggantung di leher. Mereka hadir mengikuti Kajian Maulid Nabi Muhammad bertajuk “Meneladani Sifat-sifat Nabi, Lahirkan Diri Menjadi Manusia yang Lebih Baik.”
Kajian kali ini menghadirkan Ustadz Budi Prayitno sebagai pemateri. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan penuh semangat, beliau menguraikan empat sifat utama Rasulullah: fathonah (cerdas), amanah (dapat dipercaya), shiddiq (jujur), dan tabligh (menyampaikan kebenaran).
Menurut Ustadz Budi, kecerdasan Rasulullah tidak hanya bersifat intelektual, tetapi juga emosional dan spiritual. “Kalau kalian punya kecerdasan emosional, kalian bisa menjadi penengah dari berbagai konflik. Sedangkan kecerdasan spiritual berarti selalu merasakan kehadiran Allah, menjadikan doa sebagai senjata utama dengan keyakinan penuh terhadap-Nya,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kecerdasan sejati harus melahirkan manfaat. “Kalau kita cerdas, insya Allah kita bermanfaat,” tambahnya.
Selain itu, Ustadz Budi menekankan pentingnya sifat amanah yang membuat seseorang dipercaya, sifat shiddiq yang melahirkan keberanian untuk jujur, dan sifat tabligh yang berarti menyampaikan kebenaran, sebagaimana Rasulullah menyampaikan wahyu Allah.
“Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an. Jadi, kalau ingin meneladani akhlak Beliau dan menjadi manusia yang lebih baik, rujukannya adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah sumber segala sumber, obat bagi kegelisahan hati,” pesan Ustadz Budi.
Kajian ditutup dengan motivasi agar para santri terus menempa diri melalui ilmu dan takwa. Beliau berharap seluruh santri Sekolah DT tumbuh menjadi generasi yang bermanfaat. “Anak-anakku sekalian, semoga kalian mampu menjadi orang-orang hebat, bermanfaat, dan selalu disayang Allah.”
Acara kemudian diakhiri dengan lantunan salawat, penampilan perwakilan santri dari setiap jenjang, serta doa bersama. Suasana haru dan kebersamaan menandai bahwa peringatan Maulid Nabi tahun ini tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menghidupkan semangat meneladani akhlak mulia Beliau dalam kehidupan sehari-hari. (Noviana)





