
Menjadi santri berarti memulai perjalanan untuk membentuk karakter, menguatkan tauhid, dan membiasakan diri dengan kehidupan di lingkungan pesantren. Semangat itulah yang mengawali pelaksanaan MPLS MATABA Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Batam.
SMP dan SMA DTBS Batam resmi membuka rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Ta’aruf Santri Baru (MATABA) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 melalui upacara bendera yang digelar pada Senin (20/7/2026). Kegiatan berlangsung dengan khidmat sebagai awal pembinaan bagi para santri baru di lingkungan pesantren.
Upacara pembukaan dipimpin oleh Ir. Bhekti Triwahyuningtias selaku pembina upacara. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh santri baru untuk mensyukuri kesempatan menempuh pendidikan di pesantren dan menjadikan masa belajar sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas diri.
“Menjadi santri adalah suatu kemuliaan karena ananda semua berdiri di sini bukan karena kebetulan, melainkan karena pilihan dan takdir terbaik dari Allah SWT,” ujarnya.
Rangkaian upacara menjadi pembuka pelaksanaan MPLS MATABA Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 yang akan memperkenalkan para santri baru dengan lingkungan sekolah, budaya pesantren, serta berbagai pembiasaan yang akan dijalani selama menempuh pendidikan di DTBS Batam.
Hari pertama MPLS MATABA Ramah juga menjadi momentum bagi para santri untuk mulai mengenal para guru, tenaga kependidikan, tata tertib, hingga nilai-nilai yang menjadi landasan pembinaan di DTBS Batam. Seluruh kegiatan dikemas sebagai proses adaptasi yang ramah, edukatif, dan menyenangkan bagi peserta didik baru.
MPLS MATABA Ramah 2026 menjadi langkah awal SMP dan SMA DTBS Batam dalam membimbing para santri baru mengenal kehidupan pesantren. Dari proses adaptasi ini, para santri diharapkan siap menjalani pendidikan dengan semangat tauhid, karakter yang kuat, dan kepedulian terhadap sesama. (Dian Safitri)





