Menapaki Jalan Prestasi dan Iman: Kisah Ryassa Hanifah Jihan, Ketua OSIS SMA DTBS Putri

Home

Menapaki Jalan Prestasi dan Iman: Kisah Ryassa Hanifah Jihan, Ketua OSIS SMA DTBS Putri

Menapaki Jalan Prestasi dan Iman: Kisah Ryassa Hanifah Jihan, Ketua OSIS SMA DTBS Putri

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Di balik sosoknya yang ramah dan bersahaja, Ryassa Hanifah Jihan menyimpan cerita perjalanan yang menginspirasi. Siswi kelas XI 2 SMA Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri ini bukan hanya aktif di berbagai kegiatan sekolah, tapi juga memegang amanah sebagai Ketua OSIS. Sosok yang tidak hanya cerdas, tapi juga penuh semangat untuk terus berkembang dan bermanfaat.

 

“Menurut aku, semua anak itu hebat. Yang penting bisa mengekspresikan diri dengan cara yang baik dan berada di jalan yang manfaat dan benar,” ungkap Ryassa Hanifah Jihan dengan yakin.

 

Semangatnya terlihat sejak masa kecil. Dari SD, ia sudah aktif mengikuti berbagai lomba seperti tahfidz, calistung, hingga olimpiade. Saat SMP, Ryassa dipercaya menjadi wakil ketua angkatan dan juga wakil pratama pramuka. Kini di SMA, ia terus melanjutkan langkahnya, tidak hanya dengan menjadi Ketua OSIS, tetapi juga melalui dunia yang baru saja ditemukannya, jurnalistik.

 

“Sebenarnya dulu aku kurang tahu keahlian aku di mana. Tapi setelah ikut lomba jurnalistik dan dapat masukan dari guru-guru, aku jadi merasa mungkin ini bidangku,” kata Ryassa. Tahun lalu, ia berhasil menembus tingkat nasional dalam lomba jurnalistik di ajang FLS2N. “Senang banget rasanya. Apalagi banyak teman yang baru bisa lolos setelah beberapa kali coba sedangkan aku bisa langsung masuk di percobaan pertama. Alhamdulillah, itu rezeki.”

 

Setelah pengalaman itu, Ryassa semakin mantap menekuni bidang jurnalistik dan bahkan mulai merancang masa depannya di dunia komunikasi. Tapi semua langkah itu ia jalani bukan hanya dengan usaha, tapi juga dengan kekuatan spiritual.

 

Lingkungan SMA DTBS Putri memang dikenal sebagai sekolah yang tidak hanya mendidik secara akademik, tapi juga membentuk karakter lewat pembiasaan ibadah. Bagi Ryassa, hal ini menjadi bekal penting. Ia terbiasa menjalankan puasa Daud, salat hajat, salat taubat, dan selalu berusaha meluruskan niat sebelum melakukan sesuatu.

 

“Kadang kita mikir udah usaha keras, tapi yang membedakan semua itu bisa jadi dari ibadahnya. Doa itu kunci. Jadi, aku berusaha terus jaga hubungan dengan Allah biar semua langkah lebih berkah.”

 

Dengan semangat belajar, jiwa kepemimpinan, dan kedekatan kepada Allah, Ryassa membuktikan bahwa menjadi pelajar berprestasi tak harus sempurna, tapi cukup dengan niat baik, usaha sungguh-sungguh, dan hati yang bersyukur. (Dian Safitri)