Pesan Syukur Pembina Upacara di Hari Kemerdekaan RI ke-80

Home

Pesan Syukur Pembina Upacara di Hari Kemerdekaan RI ke-80

Pesan Syukur Pembina Upacara di Hari Kemerdekaan RI ke-80

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Barisan rapi para peserta upacara memenuhi lapangan Kawasan Eco Pesantren Daarut Tauhiid pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Di hadapan mereka, Gatot Kunta Kumara berdiri sebagai pembina upacara, menyampaikan amanah dengan suara lantang dan penuh semangat.



Ia menegaskan bahwa kemerdekaan adalah karunia Allah yang wajib disyukuri. “Kemerdekaan sebuah bangsa merupakan hak. Dan secara sadar bangsa Indonesia sudah menyatakan, bahwa kemerdekaan itu pada hakikatnya adalah karunia dan rahmat dari Allah,” ujarnya.



Mengambil teladan Rasulullah saat Fathu Makkah, Gatot mengingatkan bahwa kemenangan selalu disertai dengan rasa syukur. “Rasulullah memberi teladan luar biasa. Ketika itu Allah memerintahkan untuk bersyukur. Rasa syukur inilah yang harus tertanam dalam diri kita,” imbuhnya.



Ia pun menyebut dua wujud nyata dari rasa syukur: meyakini sepenuh hati bahwa segala karunia datang dari Allah, dan mempersembahkan yang terbaik untuk negeri sesuai peran masing-masing. “Jika sebagai santri, maka perjuangan kita adalah menjadi santri yang dicintai Allah,” pesannya.



Di akhir amanatnya, Gatot mengajak seluruh civitas dan santri untuk senantiasa taat kepada Allah dan Rasul-Nya. “Insya Allah, Indonesia akan baik-baik saja sepanjang kita taat kepada Allah dan terus bertekad mendekat kepada-Nya,” pungkasnya. (Noviana)