
Pagi itu, Kamis (11/12/2025), SD Daarut Tauhiid Batam diselimuti ketenangan yang berbeda. Para santri melangkah masuk ke ruang kelas dengan hati-hati, membawa campuran gugup dan semangat yang tercampur rapi. Mereka bersiap melanjutkan rangkaian Sumatif Akhir Semester (SAS) Ganjil yang kini memasuki hari keempat.
Ruang kelas kembali menjadi tempat seluruh proses belajar selama satu semester diuji. Kertas ujian yang tertata rapi seakan mengundang para santri menunjukkan pemahaman terbaik. Tiga mata pelajaran—Pancasila, Doa Harian, dan Hadis—tidak hanya menilai aspek kognitif, tetapi juga mengukur kedalaman nilai dan karakter yang selama ini mereka pelajari.
Keheningan hanya diisi oleh goresan pena dan helaan napas konsentrasi. Ada yang menunduk mengingat hafalan, ada pula yang merangkai jawaban dengan hati-hati. Ujian hari ini mencerminkan bagaimana ilmu, adab, dan pembiasaan ibadah tumbuh dalam diri setiap santri.
Bagi sekolah, SAS Ganjil merupakan ikhtiar untuk memastikan proses pendidikan berjalan menyeluruh, dari penguasaan materi hingga pembentukan karakter tauhid. Melalui asesmen ini, capaian pembelajaran (CP) para santri terlihat lebih jelas dan menjadi pijakan bagi perkembangan mereka ke depan.
“Dengan Asesmen Sumatif Akhir Semester Ganjil ini, diharapkan santri dapat mengetahui tingkat ketercapaian CP santri. Semoga kegiatan ini dapat membantu santri untuk mencapai hasil yang maksimal,” ujar Anisa Lutvi Mahfurin, Humas SD Daarut Tauhiid Batam.
Hari keempat SAS Ganjil menjadi bagian penting dari perjalanan para santri. Di balik setiap lembar jawaban tersimpan usaha, harapan, dan doa. Mereka tidak hanya belajar untuk menyelesaikan ujian, tetapi untuk tumbuh sebagai pribadi yang matang, beradab, dan teguh memegang nilai-nilai yang mereka jalani setiap hari. (Dian Safitri)





