
Sahabat, setiap kita pasti menginginkan hidup yang bahagia, damai dan sejahtera. Fitrah diri yang menuntun seseorang untuk haus akan cinta. Namun ternyata, ada saja fase-fase dalam hidup yang membuat kita merasa sedih, terpuruk atau bahkan terluka.
Seorang bijak berkata, bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang hakikatnya kita ciptakan sendiri. Kebahagiaan diri tak bergantung dengan orang lain, melainkan ia datang dari bagaimana sikap kita dalam menghadapi rangkaian peristiwa dalam kehidupan ini.
Pada artikel ini, kita akan membahas mengenai Sebab Hidup Tak Bahagia, yang bersumber dari buku karya KH. Abdullah Gymnastiar. Berikut pemaparannya;
Karena Tujuan Hidup Tidak Jelas
Allah menciptakan segala hal di bumi maupun langit pada hakikatnya tersimpan tujuan di dalamnya. Tujuan tersebut ialah untuk beribadah dan menyembah hanya kepada-Nya. Manusia pun sama. Tujuan penciptaan manusia ialah untuk beribadah kepada Allah.
Allah berfirman: Artinya; “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Zariat ayat 56)
Berdasarkan ayat tersebut, dapat kita petik sebuah pelajaran berharga, bahwa Allah menciptakan manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya. Salah satu faktor seseorang tidak hidup bahagia, salah satunya tidak memiliki tujuan yang jelas dalam hidup.
Padahal tujuan hidup kita jelas, yakni untuk beribadah kepada Allah. Maka, orientasikanlah hidup ini untuk senantiasa beribadah kepada Allah. Lakukan setiap pekerjaan, aktivitas, ibadah dalam rangka meraih ridha Allah SWT.
Karena Bersandar pada Selain Allah
Seringkali kita lupa, bahwa Allah sebaik-baiknya tempat bersandar dan memohon pertolongan. Sibuk mencari atau mengharapkan sesuatu pada makhluk, senantiasa berharap belas kasih kepada orang lain dan lain sebagainya.
Padahal, kita memiliki Zat yang Mahadekat, Mahakuasa atas segalanya. Rezeki, kesehatan, peluang seluruhnya ada pada genggaman Allah, dan Allah berhak menurunkan hal tersebut kepada siapapun yang Ia kehendaki.
Allah berfirman: Artinya; “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu.” (Qs. Al-Ikhlas ayat 1-2)
Tiada tempat bersandar dan berharap yang terbaik selain Allah. Siapa yang meletakkan pengharapan kepada makhluk, maka bersiaplah untuk terluka dan kecewa. Karena, makhluk sejatinya sangat lemah, sedangkan Allah Mahakuasa atas segalanya.
Letakkanlah pengharapan kepada Allah semata. Niscaya akan kita jumpai ketenangan hati, dan balasan yang tiada terkira dari-Nya.
Demikianlah pemaparan Sebab Hidup Tak Bahagia. Nantikan pemarapan selanjutnya dalam pembahasan yang sama. Semoga kita senantiasa Allah berikan kelapangan hati dalam menjalani kehidupan ini, aamiin. (Noviana)





