Sebab Hidup Tak Bahagia, Part 2

Home

Sebab Hidup Tak Bahagia, Part 2

Sebab Hidup Tak Bahagia, Part 2

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Sahabat, kembali kita membahas faktor-faktor penyebab hidup tak bahagia. Sungguh malang, bila seseorang hidup di dunia ini tanpa merasakan kebahagiaan. Senantiasa merasa resah, gundah dan menderita. Padahal sejatinya, kebahagiaan bukanlah hal sulit untuk didapatkan.



Kita akan lebih mudah mengenyam bahagia bila pandai mensyukuri nikmat-nikmat yang datang dari Allah, sekecil apapun itu. Dengan bersyukur dan berlapang hati, maka Allah turunkan ketenangan, kebahagiaan, bahkan rezeki.



Untuk mengevalusi diri mengapa sulit merasa bahagia dalam hidup, berikut kami sajikan pemaparannya;


Jauh dari Pertolongan Allah


Setiap ujian yang datang pada kehidupan adalah murni kekuasaan Allah. Sebagai mahluk, kita hanya dapat menjalani dan menerima takdir yang datang dengan sikap terbaik. Bila ujian kemudahan menghampiri, tak lantas membuat tinggi hati. Sementara, bila ujian kesulitan mendatangi, tak mudah kita berendah diri.



Semua hal yang mampu kita lalui, sejatinya merupakan pertolongan dari Allah. Sebagai makhluk yang lemah, kita tak akan pernah mampu melewati ujian demi ujian bila tanpa pertolongan dari-Nya. Allah berfirman:



Artinya: “Jika Allah menimpakan suatu mudarat kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia dan jika Dia menghendaki kebaikan bagimu, tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikannya (kebaikan itu) kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Yunus ayat 107)



Dekatilah pertolongan Allah dengan senantiasa beriman dan bertakwa kepada-Nya. Jauhi segala larangan dan kerjakan segala perintah Allah dan Rasulullah. Niscaya, Allah akan memberikan kebaikan-kebaikan dalam hidup kita.



Karena Tidak Ikhlas


Sesuatu yang ringan akan terasa berat bila tidak ikhlas mengerjakannya. Orang yang tidak ikhlas mengerjakan sesuatu karena Allah, ia pasti mengharapkan penilaian orang lain.



Bagaimana bahagia akan datang bila senantiasa menggantungkan penilaian manusia? Yang ada hanyalah rasa lelah dan letih. Karena hati manusia sepenuhnya berada dalam kendali Allah.



Allah berfirman: Artinya; “Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia mengunggulkan (agama tersebut) atas semua agama. Cukuplah Allah sebagai saksi.” (QS. Al-Fath ayat 28)



Cukuplah Allah yang menjadi saksi atas setiap perbuatan yang kita lakukan. Tak perlu haus akan pengakuan dan penilaian manusia, karena hal itu hanya akan melelahkan diri sendiri. Lakukanlah amal sholih dengan ikhlas, hanya berharap kepadaNya. Niscaya, akan kita dapati ketenangan dan kebahagiaan dalam hati, insyaa Allah.



Demikianlah pemaparan Sebab Hidup Tak Bahagia. Faktor penyebabnya adalah Tujuan Hidup yang Tak Jelas, Bersandar pada Selain Allah, Jauh dari Pertolongan Allah dan Tidak Ikhlas. Semoga pemaparan ini bermanfaat, dan menjadikan kita sebagai muslim yang bahagia dan membahagiakan baik di dunia maupun di akhirat, aamiin. (Noviana)  



Sumber: Buku Saku “4 Sebab Hidup Tak Bahagia”