
Jumat pagi (16/1/2026) terasa berbeda di Masjid Daarut Tauhiid (DT) Bandung. Sejak pagi hari, para santri Sekolah DT Indonesia tampak berbondong-bondong menghadiri Kajian Pekan Al-Quds yang digelar bertepatan dengan momentum Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw. Kajian ini turut diikuti jemaah umum yang memadati area masjid.
Mengangkat tema perjuangan rakyat Palestina dalam mempertahankan tanah penuh berkah Al-Quds, kajian menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Aa Gym, Ustadz Mulyadi Al-Fadhil, Syaikh Muhammad Yasin selaku pengurus Masjid DT di Gaza, serta Jajang Nurjaman, Direktur Utama DT Peduli.
Melalui sambungan daring langsung dari Gaza, Syaikh Muhammad Yasin menyampaikan kondisi terkini rakyat Palestina. Ia menuturkan keteguhan dan kekuatan masyarakat Gaza dalam mempertahankan tanah kelahiran mereka. Meski disampaikan secara virtual, pesan yang dibawanya terasa kuat dan menggugah, mengajak jemaah merasakan langsung beratnya perjuangan yang tengah dihadapi.
Dalam tausiyahnya, Aa Gym menegaskan bahwa persoalan Palestina tidak semata-mata berkaitan dengan politik. Menurutnya, apa yang terjadi di Palestina telah menyentuh ranah akidah dan kemanusiaan.
Ia mengajak seluruh jemaah untuk menumbuhkan empati serta membuktikan keimanan melalui kepedulian dan aksi nyata yang berkelanjutan.
Antusias santri tampak jelas sepanjang kajian berlangsung. Mereka menyimak pemaparan para narasumber dengan penuh perhatian. Pena dan lembar catatan di tangan santri terus terisi, menandai semangat belajar yang tinggi. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang sarat hikmah, memperluas wawasan keislaman, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap perjuangan Al-Quds dan Palestina.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman, menyampaikan komitmen lembaganya dalam menjembatani kontribusi masyarakat Indonesia untuk Palestina.
“Tugas kami adalah memastikan setiap titipan donatur sampai kepada rakyat Palestina secepat mungkin. Penyaluran bantuan dan edukasi publik akan terus berjalan berdampingan,” ujarnya.
Kehadiran dan semangat santri Sekolah DT Indonesia dalam Pekan Al-Quds ini menjadi cerminan bahwa nilai kepedulian, empati, dan semangat perjuangan Islam perlu terus ditanamkan sejak dini, bahkan sejak berada di bangku sekolah. (Wahid/Noviana)





