
BANDUNG – Dalam rangka penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS), SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putra sukses menggelar “Seven of Champions Project” yang dilaksanakan pada (25/2/2025). Acara ini berlangsung di Dome Eco Pesantren 1 Daarut Tauhiid dan diikuti oleh seluruh santri kelas 7 SMP DTBS Putra.
Rangkaian kegiatan terdiri dari pertandingan futsal dan bazar. Acara itu diselenggarakan sebagai Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS). SMP DTBS Putra membuat kolaborasi dengan seluruh guru akademik untuk mengemas PSTS pada periode ini lebih menarik.
“Alhamdulillah hari ini telah diselenggarakan Seven of Champions Project, kegiatan ini adalah pengganti dari PSTS dengan mengkolaborasikan semua mata pelajaran dan menyesuaikan dengan acuan kompetensi dasar santri. Sehingga bisa terlaksananya kegiatan ini” tutur Susan, guru SMP DTBS Putra.
Menariknya, dalam kegiatan tersebut santri belajar menjadi seorang event organizer, dimana seluruh rangkaian acara diatur oleh santri. Bersama musyrif masing-masing, santri tampak antusias menyiapkan segala keperluan untuk acara tersebut.
Salah satu santri mengaku senang ketika mengikuti kegiatan itu. Ia menganggap kegiatan tersebut menjadikan proses PSTS lebih bervariasi.
“Alhamdulillah seneng banget ada acara ini, jadinya ngga bosen ujiannya bukan cuma ngisi soal aja tapi kalo kaya gini jadi lebih seru. Kelompok saya menjual makanan cibay dibantu sama Musyrif untuk bahan-bahannya” ujar Rayhan, salah satu santri kelas 7E.
Grenova, sebagai penanggung jawab acara berharap, acara tersebut dapat membuat metode pembelajaran lebih asik dan tidak membosankan bagi santri.
“Harapannya santri belajarnya lebih seru lagi, ngga cuma dikelas tapi dengan adanya acara ini bisa lebih menyenangkan lagi” tutur Grenova.
Susan berharap, adanya PSTS dengan model seperti ini bisa melatih santri untuk bisa menggali potensi diri dan indikator setiap mata pelajaran dapat tetap tercapai dengan baik.
“Harapannya, semoga santri bisa lebih menggali potensinya ya, dan mereka ngga merasa bosen dengan pembelajaran yang seperti ini. Tentunya, harapan kami juga indikator dari setiap mata pelajaran bisa tercapai” pungkas Susan. (Chusnul/Noviana)





