
Langit cerah menjadi saksi langkah mantap para wisudawan Sekolah Tinggi Agama Islam Daarut Tauhiid (STAI DT) menuju momen bersejarah dalam hidup mereka. Pada Sabtu (1/11/2025), ratusan wisudawan berkumpul di Dome Central V Pesantren Daarut Tauhiid, mengenakan toga sesuai jurusan masing-masing, didampingi orang tua yang penuh haru dan bangga.
Suasana khidmat menyelimuti prosesi wisuda ke-2 STAI DT yang dihadiri oleh para wisudawan, wali mahasiswa, civitas akademika, serta pembina Pesantren Daarut Tauhiid, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).
Dalam kesempatan tersebut, Aa Gym menyampaikan tausiyah yang menggetarkan hati. Ia menegaskan bahwa kesuksesan sejati bukan diukur dari gelar, jabatan, atau penghargaan duniawi, melainkan ketika seseorang berhasil meraih ridha Allah dan menapaki jalan menuju surga.
“Semua orang ingin sukses, tapi dunia bukan tempat kesuksesan sesungguhnya. Siapa yang ingin sukses, nanti akan terlihat di akhir hayat, husnul khotimah atau tidak. Dan siapa yang paling sukses, kelak akan terlihat ketika telah masuk surga,” ujar Aa Gym di hadapan para wisudawan.
Beliau menekankan bahwa akhlak mulia adalah faktor utama yang mengantarkan seseorang menuju surga. Menurutnya, tolak ukur kesuksesan lulusan STAI DT adalah kebersihan hati dan kemuliaan budi pekerti.
“Surga tertinggi itu diberikan kepada orang yang paling mulia akhlaknya. Yang sukses adalah wisudawan yang makin bersih hatinya, tidak sombong, tidak ujub, makin rendah hati, ikhlas, ridha terhadap takdir, tawakal, dan selalu bersyukur. Di manapun ia berada, ia menjadi sumber kebaikan,” tutur Aa Gym.
Senada dengan itu, Rektor STAI DT, Agus Kurniawan, menyampaikan amanah yang sarat makna. Ia menegaskan pentingnya menjaga konsistensi dalam nilai-nilai tauhid yang telah diajarkan di lingkungan Daarut Tauhiid.
“Kunci utama kesuksesan adalah konsistensi, atau dalam Islam disebut istiqamah. Semoga para wisudawan dan wisudawati senantiasa istiqamah dalam memegang nilai-nilai tauhid yang telah diajarkan oleh gurunda kita, KH. Abdullah Gymnastiar,” ujarnya.
Prosesi wisuda kali ini menjadi peneguhan makna hidup. Tidak hanya ijazah yang dibawa, para wisudawan juga memperoleh bekal spiritual dan pesan-pesan kehidupan untuk menapaki fase berikutnya dengan hati yang lurus, akhlak yang mulia, dan semangat tauhid yang tak pernah padam. (Noviana)





