
Tak perlu waktu lama bagi Adrina Syafa Yuniar, santri SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Batam, untuk menunjukkan bahwa ketekunan, doa, dan restu orang tua adalah kunci keberhasilan. Meski baru pertama kali mengikuti lomba tenis meja, Adrina berhasil meraih juara 3 dalam ajang kompetisi tersebut. Prestasi yang mengejutkan, sekaligus membanggakan.
“Ini pertama kali saya ikut lomba tenis meja,” cerita Adrina dengan penuh semangat. “Latihannya cuma dua hari dan waktunya paling 2 sampai 3 jam per hari. Tapi Alhamdulillah, hasilnya luar biasa bagi saya.”
Meski singkat, proses latihan yang ia jalani tidak dilakukan setengah hati. Ia menekuni teknik, fokus pada strategi, dan tentu saja, menyandarkan hatinya pada yang Maha Kuasa. “Saya tidak pernah lupa untuk tahajud dan berdoa, minta kelancaran dari Allah. Semuanya karena pertolongan Allah,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Namun, satu hal yang selalu ia prioritaskan sebelum mengikuti lomba adalah doa dan restu dari orang tua. Baginya, kekuatan doa orang tua adalah fondasi dari setiap langkah yang ia ambil. “Sebelum lomba, saya selalu minta support dari orang tua, minta doa dan keridhaannya. Itu penting sekali untuk saya,” ucapnya.
Meski baru di dunia tenis meja, Adrina menunjukkan bahwa semangat belajar, keberanian mencoba hal baru, dan sikap bergantung kepada Allah bisa membawa hasil yang tak disangka. Kemenangan bukan segalanya, tapi proses yang ikhlas dan usaha yang maksimal itulah yang membuatnya layak mendapatkan apresiasi.
Kisah Adrina menjadi pengingat bahwa dalam dunia pendidikan karakter seperti di SMP DTBS Batam, setiap santri diajak untuk menanamkan nilai-nilai spiritual, ketekunan, dan rasa syukur dalam setiap proses belajar, baik di dalam kelas maupun di gelanggang lomba.
“InsyaAllah ke depan saya ingin lebih banyak mencoba hal baru, dan tetap terus minta doa orang tua serta pertolongan dari Allah,” tutup Adrina. (Dian Safitri)





