Tilawah Jadi Jalan Dakwah, Perjalanan Ruhiyah Adam Menuju Juara

Home

Tilawah Jadi Jalan Dakwah, Perjalanan Ruhiyah Adam Menuju Juara

Tilawah Jadi Jalan Dakwah, Perjalanan Ruhiyah Adam Menuju Juara

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Di balik suara merdu yang menggema saat lomba Porseni tingkat Kecamatan Sagulung, ada kisah perjuangan ruhiyah dan latihan yang penuh keikhlasan dari seorang santri SMP DTBS Batam, Adam Faris Elramadhany. Sosok remaja yang bersahaja ini tidak hanya membawa pulang piala juara satu, tetapi juga membawa serta semangat dakwah dan keikhlasan dalam setiap lantunan ayat suci Al-Quran.

 

“Alhamdulillah, saya juara satu lomba tilawah di tingkat kecamatan. Tapi lebih dari itu, saya merasa bahagia karena bisa menjadikan perlombaan ini sebagai sarana dakwah, seperti pesan dari Aa Gym,” ujar Adam saat ditemui usai kegiatan sekolah.

 

Perjalanan Adam menuju panggung juara bukanlah jalan instan. Meski pelatihan khusus baru dimulai tiga hari sebelum lomba bersama sang pelatih, Adam sudah mempersiapkan diri dengan latihan mandiri jauh-jauh hari sebelumnya. “Bagian tilawah itu kan banyak nada tinggi, jadi saya latihan hampir setiap hari. Saya ulang-ulang nada, latih pernafasan, dan ketajaman suara,” ungkapnya.

 

Yang menarik, tilawah bukanlah bidang lomba yang biasa ia ikuti. Sebelumnya, Adam lebih akrab dengan kompetisi tahfizh yang menurutnya lebih santai dibandingkan tilawah. Namun ia menerima tantangan ini dengan penuh semangat dan menjadikannya ladang ikhtiar serta pengabdian kepada Allah.

 

Di balik keberhasilannya, Adam tidak melupakan satu kunci utama yaitu doa orang tua. Setiap kali mendapat kesempatan menelepon dari pesantren, ia selalu menyempatkan diri meminta doa restu. “Saya yakin, ridha orang tua itu sangat penting. Setiap lomba, saya tidak pernah berharap menang, yang penting Allah mudahkan semuanya. Kalau juara, itu bonus,” ucapnya dengan rendah hati.

 

Kehidupan di asrama juga menjadi bagian penting dalam perjuangan Adam. Ia bersyukur berada di lingkungan yang membiasakan bangun tahajud dan berdoa di sepertiga malam. Suasana spiritual yang kuat ini memperkuat niatnya untuk menjadikan tilawah bukan sekadar kompetisi, melainkan jalan untuk mendapatkan ridha Allah.

 

Kisah Adam adalah gambaran nyata bahwa keberhasilan bukan hanya soal latihan fisik dan teknik, tetapi juga kekuatan ruhiyah, keikhlasan niat, dan dukungan doa dari orang-orang tercinta. Tilawah baginya bukan hanya seni membaca Al-Quran, tapi juga media untuk berdakwah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. (Dian Safitri)