Cerita Kecil dari Dalam Kelas

Home

Cerita Kecil dari Dalam Kelas

Cerita Kecil dari Dalam Kelas

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Bagi para santri SD Daarut Tauhiid Batam, belajar tidak selalu dimulai dari membuka buku. Setiap pagi, mereka terlebih dahulu membersihkan dan merapikan kelas sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

 

Kebiasaan ini menurut Iwan Sandiwan, guru diniyah kelas 3 SD Daarut Tauhiid Batam, merupakan bagian dari penerapan budaya BR3T: Bersih, Rapi, Tertib, Teratur, dan Terpelihara.

 

“Anak-anak sebelum mulai belajar diwajibkan membersihkan tempat mereka terlebih dahulu. Bahkan ketika tong sampah penuh, alhamdulillah mereka sadar sendiri untuk membuangnya,” tuturnya.

 

Menurut Iwan, tantangan terbesar bukan hanya mengenalkan budaya BR3T, tetapi menjaga kebiasaan baik tersebut agar terus diterapkan santri di sekolah maupun di rumah.

 

Di antara pengalaman mengajarnya, ada satu kisah yang paling membekas. Saat menjadi wali diniyah kelas 2, ia memiliki seorang murid bernama Danis Ibnu Purba yang dikenal sangat aktif dan belum memiliki kesadaran terhadap kebersihan.

 

Suatu hari, Iwan menjelaskan kepada murid-muridnya bahwa memungut sampah merupakan amalan bernilai pahala. Penjelasan sederhana itu ternyata membekas di hati Danis.

 

Keesokan harinya, saat berpapasan dengan sang guru, Danis langsung mengambil sampah di depannya sambil berkata, “Ustaz, aku dapat pahala.”

 

Sejak saat itu, Danis terbiasa memungut sampah yang ditemuinya lalu membuangnya ke tempat sampah. Kebiasaan kecil tersebut perlahan tumbuh menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan. (Dian Safitri)