
Udara pagi di kawasan Eco Pesantren 1 Daarut Tauhiid terasa sejuk dan menenteramkan. Ratusan jemaah memenuhi Masjid Rahmatan Lil’alamiin, duduk rapi dengan wajah penuh antusias menantikan kehadiran sang guru tercinta, KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. Pada Sabtu, 5 Oktober 2025, Kajian Tauhiid kembali digelar dengan tema “Dua Sifat yang Dicintai Allah.”
Di hadapan jemaah yang datang dari berbagai daerah—terutama para orang tua dan wali santri Sekolah DT Indonesia wilayah Bandung—Aa Gym membuka kajian dengan tutur lembut. Ia mengingatkan bahwa tujuan tertinggi hidup seorang hamba adalah menjadi pribadi yang dicintai Allah.
“Kalau ingin bahagia, cukup satu saja: bagaimana agar Allah Yang Mahadekat dan Maha Menyaksikan sayang kepada kita,” ujarnya dengan suara teduh yang menembus relung hati.
Dalam kajiannya, Aa Gym menjelaskan dua sifat yang dicintai Allah, yakni Al-Hilm (sabar dan mampu menahan amarah) serta Al-Anah (berhati-hati dan tidak tergesa-gesa). Kedua sifat ini, menurut beliau, merupakan cerminan ketakwaan seorang mukmin—yang mampu menahan diri dari emosi, mempertimbangkan setiap langkah dengan bijak, dan mudah memaafkan kesalahan orang lain.
Suasana masjid terasa damai. Hanya suara lembut Aa Gym yang terdengar, mengalun tenang dan memantul di dinding masjid yang cerah. Sesekali, jemaah tampak mengangguk pelan, hanyut dalam nasihat yang menyejukkan hati.
Kajian ditutup dengan doa, memohon kebaikan bagi seluruh umat Islam, para jemaah, serta rakyat Palestina. Usai kajian, banyak jemaah yang belum beranjak dari tempat duduknya, masih larut dalam kehangatan ilmu dan kedamaian yang menyelimuti masjid pagi itu. (Noviana)





