Pagi Saat Santri Bersiap Menebar Manfaat

Home

Pagi Saat Santri Bersiap Menebar Manfaat

Pagi Saat Santri Bersiap Menebar Manfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Ahad (7/12/2025) pagi, terasa berbeda di Eco Pesantren 1 Daarut Tauhiid. Cahaya matahari menyusup lembut di antara pepohonan, seolah ikut menyemangati para santri yang bersiap menuju agenda penting: pembekalan Program Khidmat Masyarakat (PKM) bersama KH. Abdullah Gymnastiar. Aula Masjid Rahmatan Lil’alamiin menjadi pusat perhatian, tempat ratusan langkah santri mengarah dengan tertib.



Santri kelas 9 SMP DTBS Putra, kelas 12 SMA DTBS Putra, dan kelas 12 SMK DTBS berjalan dengan pakaian rapi dan wajah penuh antusias. Tiga tahun belajar dan ditempa di lingkungan Daarut Tauhiid telah menumbuhkan banyak hal dalam diri mereka. Kedisiplinan, adab, dan kesadaran bahwa ilmu pada akhirnya harus menemukan jalannya menuju kebermanfaatan.



Ketika memasuki aula, mereka duduk berbaris, rapi dan tenang. Suasana berubah khidmat ketika Aa Gym hadir dan mulai menyampaikan nasihat. Setiap tutur mengalir dengan ketulusan yang nyaris bisa disentuh. Para santri mencatatnya dengan serius; pena bergerak seperti ingin mengabadikan setiap pesan, agar tidak ada yang terlewat.



Aa Gym mengingatkan pentingnya membawa 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) serta 3SA (Saya aman bagimu, Saya menyenangkan bagimu, Saya bermanfaat bagimu) sebagai bekal saat bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dua prinsip yang selama ini melekat di Daarut Tauhiid kembali ditekankan sebagai karakter inti seorang santri.



Tak berhenti di sana, pesan tentang BR3T (Bersih, Rapih, Tertib, Teratur, Terpelihara) dan Bebaskomiba (Berantakan–Rapikan, Basah–Keringkan, Kotor–Bersihkan, Miring–Luruskan, Bahaya–Amankan) mengingatkan mereka bahwa kebaikan sering dimulai dari tindakan sederhana. Menata, merapikan, memperhatikan, dan menjaga adalah bagian dari adab yang diam-diam membentuk kepribadian.



Jafar, dari tim DMPP Sekolah DT Indonesia, mengatakan bahwa PKM menjadi ruang pengabdian nyata bagi para santri. “Kebaikan dimulai dari hal kecil yang terlihat sederhana, namun memiliki dampak besar dalam membangun kenyamanan dan kedekatan dengan masyarakat. Melalui PKM ini diharapkan lahir pribadi yang menebar kebaikan serta kebermanfaatan,” ujarnya.



Pembekalan ini adalah gerbang, tempat para santri melangkah keluar dari masa belajar menuju dunia yang menunggu sentuhan kebaikan mereka. Di balik semangat dan catatan yang memenuhi buku, tersimpan harapan bahwa langkah awal ini akan menjelma menjadi jejak manfaat bagi masyarakat luas. (Noviana)