
Menyimak kisah perjuangan Daarut Tauhiid, lalu merenungkan arti bakti kepada orang tua. Itulah dua pelajaran yang mengawali perjalanan para santri Sekolah Daarut Tauhiid (DT) Indonesia dalam menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sebagai bekal membangun karakter dan menuntut ilmu dengan penuh keberkahan.
Semangat tersebut diwujudkan melalui rangkaian materi MPLS yang digelar pada Sabtu (1/8/2026). Sejak hari pertama, para santri diajak mengenal sejarah Daarut Tauhiid sekaligus menguatkan pemahaman tentang pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai landasan dalam menjalani kehidupan di lingkungan pesantren.
Pada sesi pertama, para santri mengikuti materi “Mengenal Daarut Tauhiid: Dari Sejarah hingga Hari Ini” yang disampaikan oleh KH. Abdurrahman Yuri (A Deda). Melalui kisah perjuangan awal berdirinya Daarut Tauhiid hingga perkembangan dakwah saat ini, santri diajak memahami bahwa setiap pencapaian lahir dari keikhlasan, perjuangan, dan keyakinan kepada Allah SWT.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan materi “Bakti kepada Orang Tua” bersama Gatot Kunta Kumara, S.T., M.M. Dalam sesi tersebut, santri diingatkan bahwa keberhasilan menuntut ilmu tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan usaha, tetapi juga oleh ridha serta doa kedua orang tua.
Perwakilan Tim Humas Sekolah DT Indonesia, Najib, menyampaikan bahwa rangkaian materi dalam MPLS dirancang untuk membangun fondasi karakter para santri sejak awal memasuki lingkungan pendidikan Daarut Tauhiid.
“Kami berharap para santri tidak hanya mengenal sejarah dan nilai-nilai Daarut Tauhiid, tetapi semakin menguatkan adab, tauhid, serta kesadaran bahwa bakti kepada orang tua merupakan kunci keberkahan dalam menuntut ilmu. Semoga setiap langkah mereka menjadi ikhtiar menuju masa depan yang penuh keberkahan,” ujarnya.
Para santri diharapkan semakin memahami jati diri Daarut Tauhiid sekaligus menumbuhkan semangat untuk menjaga adab, menghormati orang tua, dan mengamalkan nilai-nilai tauhid dalam kehidupan sehari-hari. Bekal tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang bertauhid, berkarakter, dan senantiasa memberikan manfaat bagi sesama. (Dian Safitri)





