
Libur lebaran sering identik dengan pulang kampung dan reuni keluarga. Namun, bagi Siti Juliani, mahasiswa semester 3 Prodi Hukum Ekonomi Syariah, momen Idulfitri tahun ini memberi perspektif lain tentang arti pulang dan pengabdian.
Alih-alih langsung ke Cianjur, Siti memilih bertahan di kampus. “Kalau di sini rasanya bisa lebih produktif. Ada beberapa tanggung jawab yang harus diselesaikan,” ungkapnya. Di tengah sepinya kampus, ia menuntaskan amanah organisasi, dari kegiatan Pramuka hingga pengabdian masyarakat.
Jarak dengan keluarga mengajarkannya kedalaman rasa. Kesempatan untuk saling memaafkan melalui telepon atau saat pulang nanti tidak hanya formalitas, melainkan momen mencurahkan isi hati. “Rasanya hati lebih tenang, ikhlas, dan plong setelah bisa terbuka dengan orang tua,” tambahnya.
Kebersamaan juga ia temukan di kosan, membangun keluarga baru bersama sesama anak rantau. Tarawih berjemaah di lorong kos dan saling membangunkan sahur via telepon menjadi perekat sosial yang menjaga semangat ibadah tetap menyala.
Siti menegaskan bahwa menjaga ibadah setelah Ramadan lebih menantang daripada bulan suci itu sendiri. Ia tetap konsisten tilawah Al-Qur’an dan menerapkan prinsip PDLT. “Perbaiki Diri, Lakukan yang Terbaik. Tidak hanya di bulan Ramadan, setiap kita melakukan kesalahan, kita harus segera memperbaiki diri secara maksimal.”
Cerita Siti menegaskan bahwa libur lebaran bukanlah saat untuk bersantai, tetapi kesempatan memberi makna pada setiap detik yang kita jalani. (Dian Safitri)
🎉 Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
📚STAI Daarut Tauhiid
📞 Informasi lebih lengkap hubungi:
💬 Humas STAI Daarut Tauhiid
📱 081321202628
🏫 STAI Daarut Tauhiid
📍 Alamat: Jl. Gegerkalong Girang No.67, Gegerkalong, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40154
✨ Ayo daftarkan putra putri terbaik Ayah Bunda, jadikan mereka generasi cerdas, berakhlak, dan berkarakter Islami! 🌟





