Tampil di DTS Festival 2025, Ini Pesan Aa Gym

Home

Tampil di DTS Festival 2025, Ini Pesan Aa Gym

Tampil di DTS Festival 2025, Ini Pesan Aa Gym

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

BANDUNG – K.H Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) Pembina Pesantren Daarut Tauhiid turut menjadi pemeran dalam drama musikal DTS Festival 2025 pada (15/2/2025) di Dome Eldorado, Lembang, Bandung.


Pembukaan acara DTS Festival dimeriahkan dengan lantunan merdu sholawat dan iringan alat hadroh yang memberikan sentuhan pesan religi. Para talent hadroh menyambut tamu dengan iringan sholawat tersebut.


Bertema kelestarian alam, pagelaran seni tersebut merupakan wujud syiar untuk cinta dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Setiap alur pentas menyuguhkan adegan yang menyampaikan pesan tersirat tentang hubungan manusia dan lingkungan alam.


Khususnya pada pertunjukan drama musikal yang menceritakan tentang bahaya melakukan penebangan liar di hutan. Perpaduan suara tangisan, teriakan hingga backsound bencana alam yang sangat mencekam membuat penonton terbawa suasana dan merasakan ketegangan saat menyaksikannya.


Pada akhir cerita, drama musikal ditutup dengan kisah sedih seekor burung yang kehilangan induknya akibat terjadi bencana tanah longsor dan kebakaran hutan. Suara tangisan yang diperankan oleh santri membuat suasana semakin haru. 


Didukung elemen visual sebagai background, menjadikan drama musikal ini terlihat lebih nyata dan natural. Sorot lampu yang mendukung serta property yang dikenakan oleh talent cukup memperkuat karakter yang diperankan.


Menariknya, Gurunda KH. Abdullah Gymnastiar pun turut serta dalam pertunjukan drama tersebut. Aa Gym berperan sebagai tokoh penasehat. Ia mengawali nasehat dengan mengatakan satu hadist, “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak mulia” (HR. Al-Baihaqi)


“Rasulullah berjuang tidak kenal lelah, pagi, siang, malam. Bersimbah keringat, air mata dan darah agar umatnya memiliki akhlak yang mulia. Karena bahagia dan kemuliaan hanya akan ada pada akhlak yang baik,” tutur Aa Gym.


“Adik-adik tau, surga yang tertinggi adalah untuk orang yang berakhlak mulia. Kerusakan-kerusakan yang terjadi di alam ini, salah satu penyebabnya adalah akhlak yang buruk. Dunia pun menjadi rusak karena orang-orang yang akhlaknya rusak. Oleh karena itu, siapun yang ingin bahagia maka wajib berusaha keras untuk memiliki akhlak yang mulia,” imbuhnya.  


Tausiyah singkat dalam drama tersebut cukup menarik hati para penonton. Hal ini menjadikan drama musikal karya santri sekolah DT ikhwan lebih bermakna pada pagelaran DTS Festival 2025. (Chusnul/Noviana)