
BANDUNG – “Membaca Qur’an, bukan untuk piagam, bukan untuk mahkota dan hadiah, tapi membaca Al-Quran untuk hati jadi bersih dan untuk membuat perilaku jadi amal sholih.” Tutur K.H Abdullah Gymnastiar saat menyampaikan tausiyah melalui media dalam jaringan (daring) pada momentum wisuda tahfidz SMP DTBS Putra (13/3/2025) di Dome Central Eco Pesantren 1 Daarut Tauhiid, Jl. Cigugur Girang, Kab. Bandung Barat.
Aa Gym saat itu berhalang untuk hadir secara langsung menyapa seluruh wisudawan beserta orang tua. Namun, di tengah kesibukannya berdakwah, pendiri pesantren Daarut Tauhiid tersebut menyempatkan untuk bertausiyah melalui daring.
Ketika rekaman suara di putar, suasana hening sejenak. Wisudawan dan orang tua serta segenap tamu undangan menyimak dengan baik pesan yang disampaikan oleh Aa Gym. Dalam rekamannya, Aa Gym menyampaikan tujuan dari menghafal Al-Quran ialah memiliki hati yang bersih.
Hati yang bersih, disertai niat ikhlas dalam beribadah kepada Allah akan berbuah pada akhlak mulia. Keluhuran akhlak seseorang lah yang mencerminkan bahwa ibadah yang selama ini di kerjakan berbuah kebaikan.
“Kalau kita sibuk beribadah karena memikirkan penilaian manusia, maka ini seperti kirim paket yang salah alamat. Nggak sampai kepada Allah. Maka, adek-adek sekalian, nikmat dekat dengan Al-Quran ini ujian, yang lulus adalah yang ikhlas dan yang berbuah Al-Quran itu pada perilakunya,” tutur Aa Gym.
Ketercapaian wisudawan dalam menghafal pastilah berbeda. Namun, hal itu tidaklah menjadi tolak ukur utama. Aa Gym berharap, setiap juz yang telah dihafalkan oleh santri SMP DTBS Putra menjadi motivasi bagi orang tua untuk turut meningkatkan intensitas berinteraksi dengan Al-Quran.
“Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi orang tua, agar tidak hanya senang melihat anak bisa di wisuda, tapi yang paling penting, kita pun tergerak untuk belajar, menghafal, memahami, dan sekuat tenaga mengamalkannya dengan ikhlas dan istiqamah,” imbuhnya.
Terakhir, Aa Gym menutup tausiyahnya dengan doa. Ia memohon agar Allah menerima setiap amal ibadah sehingga dapat mengantarkan kepada surga Allah Ta’ala.
“Semoga Allah yang Maha menatap, yang melihat kita berkumpul, benar-benar menerima semua amal ini menjadi amal yang menjadikan kita semakin di cintai Allah, bisa jadi bekal khusnul khotimah, bisa jadi teman di kubur kita, dan bisa menjadi syafaat agar kita jadi ahli surga,” pungkasnya. (Jafar/Noviana)





